Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengingatkan bahwa proses pengolahan bahan pokok hingga distribusi makanan dari SPPG harus sesuai dengan standar.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Kediri Syamsul Bahri menjelaskan bahwa program strategis seperti SPPG tidak bisa berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kerja kolektif lintas sektor.
"Saya menitipkan harapan besar kepada seluruh pengelola dan tenaga gizi yang bertugas. Pastikan setiap proses berjalan sesuai standar, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar aman, sehat dan memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional,” katanya di Kediri, Senin.
Syamsul di sela peresmian SPPG Semampir 2 Yayasan Kemala Bhayangkari Kota Kediri tersebut menambahkan kehadiran SPPG ini turut berperan penting untuk mendukung kualitas kecerdasan dan daya saing generasi Kota Kediri ke depan.
“Penerima manfaat dari SPPG ini adalah mereka yang paling menentukan masa depan kita, yaitu anak-anak yang duduk di bangku PAUD, TK, SD, hingga SMP. Dari dapur inilah kualitas kesehatan, dan daya saing generasi kita mulai dibangun,” ujar dia.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan SPPG tidak diukur dari banyaknya porsi yang diproduksi setiap hari, melainkan dari kualitas gizi yang terkandung di dalamnya.
“Saya berharap SPPG Semampir 2 dapat menjadi contoh praktik pelayanan gizi yang baik. Bahwa kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan," kata dia.
Syamsul juga berharap keberadaan SPPG ini juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.
“Libatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM Kota Kediri sebagai bagian dari rantai pasok. Dengan cara ini, pelayanan gizi berjalan optimal, roda ekonomi lokal bergerak, dan manfaat program dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” kata dia.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjelaskan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari Kota Kediri telah membangun dua SPPG di Kelurahan Semampir, kota ini, sebagai bentuk dukungan dalam menyukseskan program pemerintah terkait makan bergizi gratis.
Menurut dia, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak, menyiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak serta menekan angka stunting.
SPPG Semampir 2 Yayasan Kemala Bhayangkari Kota Kediri juga telah mulai beroperasi sejak 12 Januari 2026 sebelum diresmikan.
Dirinya mengatakan kelengkapan administrasi seperti sertifikat dan sebagainya juga sudah diajukan.
"Terkait kelengkapan sertifikasi, dll prosesnya bertahap dan sudah kita ajukan sejak awal proses pembangunan dan saat ini tinggal menunggu pengecekan dari dinas terkait untuk kelayakan, termasuk sertifikasi halal," kata dia.
SPPG tersebut berdiri di luas lahan 718 meter persegi. Proses pembangunan juga sudah dirancang dengan standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Di lokasi ini, selain ada kepala SPPG, juga Petugas Layanan Operasional Gizi, 1 petugas layanan operasional keuangan dan 40 relawan.
SPPG Semampir 2 Kota Kediri ini menyalurkan paket makanan bergizi ke 17 satuan pendidikan dan kelompok rentan yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan balita dengan total penerima manfaat sebanyak 2.477 orang.
Kapolres juga ingin dengan hadirnya SPPG Semampir 2 Kota Kediri ini dapat memperkuat sistem kesehatan gizi terpadu, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.
