Surabaya (ANTARA) - Tim Panitia Penjaringan (TPP) Persatuan Basket Indonesia (Perbasi) Jawa Timur menerima berkas persyaratan satu-satunya bakal calon Ketua Umum DPD Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati atau Mama Evi untuk masa bakti 2025-2029.
“Pada tanggal 27 Oktober 2025 kami telah menerima dan memeriksa berkas pendaftaran Ibu Grace Evi Ekawati atau biasa dipanggil Mama Evi, dan kami nyatakan lengkap serta sah,” kata anggota TPP Perbasi Jatim Miftahul Ulum di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, dari 38 pengurus cabang (DPC) Perbasi di Jawa Timur, Grace Evi mendapat dukungan dari 33 DPC.
Tiga DPC, kata dia, yakni Kota Pasuruan, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Pacitan, belum memberikan dukungan (abstain).
"Sementara dua DPC, yaitu Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun, tidak memiliki hak suara karena surat keputusan (SK) kepengurusan sudah tidak berlaku," ucapnya.
Selain itu, lanjutnya, Mama Evi juga sudah mengirim dana komitmen sebesar Rp150 juta ke rekening DPD Perbasi Jatim.
Ulum, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan hanya satu bakal calon yang mendaftar, besar kemungkinan keputusan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2025 akan ditetapkan secara aklamasi.
Sementara itu, bakal calon Ketua Umum DPD Perbasi Jatim Grace Evi Ekawati menyatakan optimismenya terhadap masa depan bola basket di provinsi ini dengan menekankan penguatan pelatih, wasit, dan infrastruktur olahraga.
Menurut Mama Evi, prospek pengembangan basket di wilayah Jatim ke depan tetap positif, karena periode kepemimpinan berikutnya akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan fasilitas olahraga di daerah.
“Saya tetap optimistis dan semangat untuk membangun basket Jawa Timur. Pelatihan wasit dan pelatih akan terus kami tingkatkan, begitu juga dengan event-event kompetisi yang sudah menjadi tradisi, seperti Piala Mama Mie,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama, bahkan pihaknya mempekerjakan tenaga profesional untuk memperbaiki sarana lapangan basket yang rusak di berbagai kabupaten dan kota.
Selain pembinaan teknis, ia juga berkomitmen menciptakan pemerataan kualitas antardaerah, yang dinilainya perkembangan basket di luar Surabaya sudah semakin kompetitif.
"Terlihat dari hasil ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di mana Malang dan Jember mampu menyingkirkan tim-tim kuat seperti Surabaya," tuturnya.
Soal target di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Mama Evi menyebut Jawa Timur akan mempertahankan tradisi prestasi tinggi.
Pada periode sebelumnya, lanjutnya, empat tim Jatim berhasil mencapai babak final dan meraih satu medali emas.
“Target tetap empat emas di PON. Dulu kami semua masuk final dan satu meraih emas. Itu capaian yang harus kami pertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
