Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memastikan pihaknya akan memberi perhatian khusus terhadap aspek konstruksi bagi seluruh pondok pesantren (ponpes), madrasah, maupun lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.
Hal ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam menjamin aspek keselamatan para santri dan siswa imbas dari peristiwa gedung musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur.
"Ini merupakan pembelajaran bagi kami, ke depannya Kementerian Agama akan memberikan perhatian khusus terhadap aspek fisik dan teknis konstruksi ponpes, madrasah, dan lembaga pendidikan lain agar memenuhi standar konstruksi dan keselamatan," kata Nasaruddin kepada awak media saat mengunjungi lokasi musibah di Sidoarjo, Selasa.
Nasaruddin pun menyoroti aspek pembangunan ponpes di Indonesia yang dilakukan secara swadaya oleh pihak pondok dengan bantuan dari santri.
Menurutnya, hal tersebut banyak terjadi di Indonesia sehingga berisiko menimbulkan kejadian yang tak diinginkan akibat pengawasan teknis yang kurang optimal.
Ke depan, ia berharap ponpes maupun lembaga pendidikan lain untuk meningkatkan perhatian dalam aspek teknis proses konstruksi.
"Kita semua perlu introspeksi. Harapannya semua proses konstruksi baik di lingkungan pesantren maupun non pesantren harus mengikuti aturan yang berlaku demi keselamatan bersama," katanya.
Ia pun berharap musibah tersebut merupakan yang terakhir kalinya dalam dunia ponpes.
"Semoga ini yang terakhir. Ke depannya kami akan memperkuat pengawasan dalam hal teknis konstruksi bangunan," kata Nasaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin turut mengapresiasi kerja keras Basarnas dan juga relawan beserta TNI, Polri dan berbagai pihak yang tak kenal lelah lainnya dalam melaksanakan proses evakuasi.
Ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus mendoakan para korban yang belum ditemukan agar bisa segera dievakuasi dalam keadaan selamat.
