Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Akses jalan dan satu sekolah yakni SDN Sumbersalak 02 di Kabupaten Jember, Jawa Timur terdampak banjir disertai lumpur akibat hujan deras yang mengguyur kawasan setempat hingga menyebabkan debit air Sungai Gila meningkat pada Rabu.
"Hujan ringan, sedang hingga lebat terjadi pada Selasa (9/9) pukul 14.20 WIB di beberapa wilayah di Jember, hingga Rabu pukul 06.00 WIB masih diguyur hujan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Indra Tri Purnomo di kabupaten setempat.
Menurut dia Sungai Gila mengalami kenaikan debit air, sehingga terjadi banjir luapan dari saluran irigasi yang tidak mampu menampung debit air dan saluran irigasi yang mengalami kedangkalan akhirnya meluap dan membanjiri akses jalan dan fasilitas umum sekolah.
"Luapan banjir yang berlumpur itu menyebabkan akses jalan dan halaman SD Sumbersalak 02 di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo tertutup lumpur, sehingga mengganggu aktivitas warga dan siswa," tuturnya.
Ia mengatakan tim reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana BPBD melakukan pembersihan di lokasi yang terdampak banjir disertai lumpur itu dan berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran Kalisat.
"Saat ini banjir sudah surut. Damkar Kalisat juga melakukan penyemprotan dan pembersihan material lumpur pada akses jalan dan halaman SDN Sumbersalak 02, sehingga kini sudah bersih" katanya.
Indra menjelaskan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan terkait untuk melakukan pembersihan saluran irigasi agar tidak terjadi pendangkalan saat hujan deras mengguyur di wilayah setempat yang berpotensi menyebabkan banjir.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem dan peringatan dini yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Jember, beberapa kecamatan yang masuk daerah rawan banjir meliputi Kecamatan Semboro, Sumberbaru, Puger, Ambulu, Wuluhan, Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang.
