Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, mencatat serapan pupuk subsidi jenis urea dan NPK pada periode Januari hingga 31 Juli 2025 mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Dadang Aries Bintoro menyebutkan, hingga akhir Juli 2025 pupuk subsidi pemerintah jenis urea sudah terserap sebanyak 14.331 ton atau 48 persen dari alokasi sebanyak 29.950 ton.
"Sedangkan untuk serapan pupuk subsidi jenis NPK pada periode yang sama sebanyak 12.243 ton atau 51 persen dari alokasi 23.981 ton," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Senin.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Muhammad Zaini optimistis serapan pupuk subsidi jenis urea maupun NPK akan mencapai 100 persen hingga akhir tahun 2025.
"Alokasi pupuk subsidi tahun ini memang kami upayakan terserap hingga 100 persen, karena serapan pupuk oleh petani memengaruhi alokasi tahun berikutnya," katanya.
Menurut Zaini, pada 2024 Situbondo mendapatkan alokasi pupuk subsidi jenis urea 30.487 ton, sedangkan untuk pupuk subsidi jenis NPK 25.000 ton.
Pada 2025, alokasi pupuk bersubsidi tersebut berkurang karena serapan pupuk pada tahun sebelumnya hanya mencapai 98 persen untuk urea, dan NPK 99 persen.
Zaini menambahkan, pupuk jenis urea dan NPK pada tahun ini diwajibkan ditebus oleh petani untuk mengoptimalkan hasil produksi tanaman padi.
"Jumlah petani yang diusulkan melalui e-RDKK pada 2025 bertambah menjadi sekitar 77.000 petani, sedangkan tahun sebelumnya 73.000 petani," paparnya.
