Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo di Jawa Timur pada tahun anggaran 2025 mengalokasikan Rp64 juta khusus untuk pengadaan bibit kapulaga yang diberikan kepada masyarakat petani di kawasan pegunungan Argopuro.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan pengadaan 6.440 batang bibit kapulaga bernilai ekonomi tinggi itu diberikan kepada Kelompok Tani Makmur di kawasan Gunung Argopuro tepatnya di Desa Alas Bayur, Kecamatan Mlandingan.
"Bantuan bibit kapulaga ini untuk memberikan peluang kerja kepada masyarakat petani pegunungan yang mayoritas berprofesi sebagai petani," katanya di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Menurut Bupati Rio, tanaman kapulaga itu cocok tumbuh di pegunungan minimal di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan di Desa Alas Bayur ketinggiannya di atas 1.000 mdpl.
Ia juga meyakinkan masyarakat petani di pegunungan itu tidak perlu ragu menanam kapulaga karena pangsa pasarnya sangat bagus, baik di dalam maupun luar negeri.
Tak hanya bernilai ekonomi tinggi, lanjut Bupati Rio, untuk biaya budi daya tanaman rempah yang kerap menjadi bahan penyedap rasa makanan dan minuman itu relatif rendah, sehingga petani akan mendapatkan keuntungan besar.
"Kapulaga ini banyak dibutuhkan untuk diolah menjadi berbagai produk seperti bumbu masak maupun beberapa produk kesehatan lainnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro mengatakan tanaman kapulaga cukup produktif karena bisa bertahan hingga 15 tahun.
Ia menambahkan tanaman kapulaga sifatnya jangka panjang dan bahkan bisa dilakukan penanaman secara tumpang sari dengan tanaman lainnya.
"Kapulaga sangat cocok ditanam di Desa Alas Bayur yang berada di ketinggian hingga 1.200 mdpl, dan kami optimistis kapulaga tumbuh subur," kata Dadang.
