Situbondo (ANTARA) - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut petani milenial memiliki daya berpikir inovatif sehingga menjadi modal besar bisa mengubah wajah pertanian di Kota Santri itu.

"Jadi, bertani tidak seharusnya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, justru di tangan petani milenial profesi petani ini bisa menjadi bidang yang menjanjikan," katanya saat membuka kegiatan Temu Petani Milenial di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (9/9).

Di hadapan ratusan petani milenial, Bupati Rio memotivasi bahwa peran petani muda sangat strategis utamanya dalam mendorong hilirisasi produk pertanian dengan pemanfaatan teknologi.

Dengan kreativitas petani milenial, lanjut dia, optimistis produk pertanian di Situbondo mulai dari padi, jagung, kopi dan lainnya mampu diolah menjadi produk turunannya dan menjadi nilai tambah.

Bupati menyampaikan bahwa ketahanan pangan nasional sangat mungkin diwujudkan atas kontribusi petani milenial, karena kemandirian pangan tak hanya diukur dari ketersediaan bahan mentah, melainkan juga kemampuan mengolah produk turunannya.

"Misal kopi Situbondo tidak hanya dijual biji mentah, tapi diolah menjadi bubuk premium dan dikemas menarik dengan merek yang kuat, itu bisa dilakukan oleh petani muda," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro mengatakan kegiatan Temu Petani Milenial yang dihadiri sekitar 246 petani muda itu juga menjadi ajang diskusi terbuka antara pemerintah daerah serta praktisi pertanian.

"Petani muda juga mendapatkan wawasan tentang tren teknologi pertanian terkini termasuk akses pembiayaan, dan acara ini untuk merumuskan arah pertanian modern," katanya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Uploader : Taufik

COPYRIGHT © ANTARA 2026