Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan BUMN serta BUMD dalam upaya percepatan pembangunan di daerah itu melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (corporate cocial responsibility/CSR).

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menyampaikan bahwa sinergi pemerintah daerah dengan sektor swasta melalui program CSR bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan guna menjawab tantangan pembangunan di daerahnya di tengah keterbatasan fiskal (APBD).

"Hari ini ada 80 perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR di sini, harapan kami sektor swasta, BUMN maupun BUMD bisa membantu pemerintah daerah, mengingat kondisi fiskal kami cukup terbatas," katanya saat acara gelar wicara Forum CSR di Pendopo Kabupaten Situbondo, Selasa.

Sinergi pemerintah daerah dan sektor swasta ini, lanjut Ulfiyah, salah satu tujuannya adalah menciptakan iklim investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, Wabup Ulfiyah juga memaparkan sejumlah capaian signifikan, salah satunya pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 yang mencapai 5,28 persen, dan menjadi tertinggi selama enam tahun terakhir sejak pascapandemi COVID-19.

"Di Situbondo sektor pertanian, perikanan dan peternakan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025, yakni 29,56 persen," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Situbondo Naning Sugiarti menyampaikan dalam kegiatan gelar wicara Forum CSR itu dihadiri 80 perusahaan swasta maupun BUMN dan BMUD.

"Di tengah efisiensi anggaran, di sinilah Forum CSR menjadi mitra strategis untuk mengisi celah pendanaan yang tidak terjangkau APBD, dan kontribusi sektor swasta dapat mendukung program-program Pemkab Situbondo," katanya.



Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026