Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, mencanangkan gerakan ternak ayam petelur skala rumah tangga dalam upaya memperkuat ketahanan pangan serta kebutuhan protein hewani di wilayah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi (Bapperida) Kabupaten Situbondo Naning Sugiarti mengatakan, pengembangan industri rumah tangga melalui gerakan ternak ayam petelur menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan telur.
"Gerakan ternak telur skala rumah tangga ini menjadi program Situbondo tahun ini untuk memperkuat ketahanan pangan lokal khususnya telur," ujar dia kepada wartawan di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.
Naning menyebutkan, kebutuhan telur ayam di Kota Santri itu tiap hari mencapai sekitar 17 ton, sedangkan produksi telur ayam di Situbondo sejauh ini hanya mampu di angka 3,6 ton. Sisa kebutuhan tersebut mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Dia menyampaikan bahwa ketergantungan pasokan telur ayam dari luar daerah juga kerap memicu fluktuasi harga yang membebani masyarakat.
"Oleh karena itu, dengan gerakan peternakan ayam petelur skala rumah tangga ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi lokal secara mandiri dan berkelanjutan," tutur Naning.
Dia menambahkan, program pengembangan peternakan ayam petelur skala rumah tangga ini dirancang untuk memberdayakan keluarga dengan memanfaatkan lahan di lingkungan rumah. Pemerintah daerah setempat akan memberikan pendampingan agar program tersebut terlaksana dengan baik.
"Jadi, ketika rumah tangga mampu memproduksi telur ayam melalui gerakan ini, ketersediaan telur ayam di Situbondo akan stabil, dan otomatis juga dapat membantu menekan inflasi pangan," kata Naning.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026