Situbondo (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat serapan pupuk subsidi jenis urea pada periode masa tanam satu (MT1) di bulan Januari hingga Maret mencapai 23 persen dari alokasi tahun 2026 sebesar 31.442 ton.
"Pada masa tanam satu (MT1) 2026 untuk pupuk subsidi jenis urea yang terserap 1.971 dari 31.442 ton alokasi tahun 2026," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo Quratul Aini di Situbondo, Selasa.
Sedangkan pupuk subsidi pemerintah pusat jenis NPK, lanjut dia, terserap oleh petani sebanyak 26,22 persen atau setara dengan 1.824 ton dari alokasi 26.990 ton.
Selain pupuk Urea dan NPK, kata Quratul Aini, ada pula pupuk organik subsidi terserap 10,64 persen atau 13 ton dari alokasi tahun ini 219 ton, dan ZA terserap 7,50 persen atau sebanyak 55 ton dari alokasi 289 ton.
"Serapan pupuk subsidi sejak awal Januari sampai akhir Maret 2026 terpantau normal, meskipun ada pupuk organik yang mengalami peningkatan serapan," katanya.
Quratul Aini menyebut alokasi pupuk subsidi tahun 2026 untuk jenis Urea sebanyak 31.442 ton, NPK 26.990 ton, pupuk organik 219 ton dan ZA 289 ton.
"Pada tahun ini kami menargetkan alokasi pupuk subsidi terserap maksimal atau terserap 100 persen," katanya.
Pemkab Situbondo menargetkan perluasan lahan tanam padi menjadi 65.000 hektare untuk mendukung swasembada pangan, dan dari luasan lahan pertanian itu juga termasuk optimalisasi lahan non-produktif yang diproyeksikan menjadi lahan produktif.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026