Sidoarjo (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia PDI Perjuangan (DPC PDI-P) Sidoarjo menginstruksikan kepada kader menggelar serentak peringatan peristiwa kerusuhan 27 Juli (kudatuli) 1996 di enam tempat dengan menyalakan ribuan lilin.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI-P Sidoarjo Hari Yulianto di Sidoarjo, Jumat mengatakan acara peringatan dilaksanakan dengan doa bersama dan merefleksi peristiwa.
"Surat instruksi untuk pelaksanaan acara sudah kami sampaikan kepada struktural Partai hingga tingkat desa dan kelurahan," ujarnya.
Ia mengemukakan, doa bersama sebagai upaya spiritualitas kader memohon kepada Tuhan agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di negeri ini terhadap organisasi maupun partai politik manapun.
"Apalagi dengan cara kekerasan sebagaimana fakta sejarah peristiwa Kudatuli," ujarnya.
Ia mengatakan, dari peristiwa kelam itu masih ada secercah pelajaran positif yang bisa dijadikan pelajaran bersama.
"Saat Ibu Megawati menjadi presiden, tidak menggunakan kekuasaannya untuk balas dendam politik kepada pihak-pihak yang terlibat dalam Kudatuli 96. Namun menyerahkan sepenuhnya kepada aparatur hukum sebagai pihak berwenang," katanya.
Ia mengatakan kepatuhan Megawati terhadap konstitusi menjadi sikap dan tindakan yang patut diteladani.
"Peristiwa Kudatuli 96 bukan sekadar catatan perjalanan sejarah PDI menjadi PDI Perjuangan, tapi perjalanan berdemokrasi bangsa dan negara kita," katanya.
Plt Sekretaris DPC PDI-P Bambang Riyoko mengatakan acara digelar serentak di enam titik bakal diikuti ribuan kader Banteng.
"Dari unsur DPC, pengurus PAC dari 18 kecamatan, perwakilan pengurus Ranting dari 346 desa dan kelurahan, dan para sesepuh partai. Secara serentak di enam tempat itu, para kader juga akan menyalakan ribuan lilin dilanjutkan dengan nonton tayangan peristiwa Kudatuli," katanya.
