Surabaya (ANTARA) - Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Surabaya meneguhkan ideologi politik saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 partai berlambang banteng tersebut.
Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu mengatakan peringatan dipusatkan di Kantor Sekretariat DPC PDIP Surabaya dan digelar serentak di 31 kecamatan se-Kota Surabaya dengan melibatkan kader, simpatisan, serta berbagai elemen masyarakat.
"Peringatan HUT ke-53 menjadi momentum konsolidasi total struktur partai dari tingkat DPC hingga ranting dalam rangka menatap Pemilu 2029," katanya.
Menurut Armuji, soliditas organisasi dan kedekatan dengan rakyat menjadi kunci kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya.
"Target politik kami jelas. Pada Pemilu 2029, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya. Target ini realistis dan harus diperjuangkan bersama melalui kerja politik yang terstruktur, masif, dan membumi," kata Armuji.
Armuji menjelaskan, seluruh kader dan pengurus partai wajib turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi warga, serta memastikan program-program kerakyatan PDI Perjuangan benar-benar dirasakan manfaatnya.
" Tidak ada jalan lain selain kerja nyata. Kader harus hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itulah kekuatan PDI Perjuangan," ujarnya.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Purwadi, mengatakan bahwa peringatan HUT ke-53 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan peneguhan ideologi partai.
Menurutnya, PDI Perjuangan adalah partai berideologi yang memiliki pelembagaan organisasi serta manifesto politik yang jelas.
“Peringatan HUT ini adalah upaya refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik, tetapi partai yang berideologi dan bersejarah. Ini untuk mengingatkan kader bahwa PDI Perjuangan bisa bertahan hingga hari ini karena pelembagaan, kepercayaan, dan keyakinan politik,” kata Purwadi.
Rangkaian peringatan HUT diisi dengan pemotongan tumpeng di masing-masing wilayah kecamatan yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.
Acara juga diakhiri dengan nonton bareng pidato Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang disebut sebagai bekal ideologis bagi kader dalam menyusun langkah politik menuju Pemilu 2029.
Sejalan dengan peneguhan ideologi tersebut, jajaran pengurus hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) diminta segera melakukan konsolidasi organisasi dan penguatan basis massa.
“Kami berharap PAC segera memperkuat struktur, mengorganisir kader dan masyarakat, serta memastikan setiap kegiatan partai memiliki nilai elektoral,”kata Purwadi.
Dalam kesempatan itu, Purwadi juga menegaskan sikap PDI Perjuangan yang menolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, PDI Perjuangan lahir dari semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
“PDI Perjuangan secara tegas menolak pilkada melalui DPRD. Pilkada dan pileg harus dipilih langsung oleh rakyat. Demokrasi yang diatur oleh elite tidak memberikan ruang partisipasi masyarakat,” katanya.
Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Surabaya turut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan seperti ProMeg dan Garda Putih Soekarno, kelompok senior PDI Perjuangan, pelaku UMKM binaan partai, hingga pengemudi ojek dalam jaringan. DPC PDIP Surabaya juga membagikan paket makanan sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan dengan rakyat.
“PDI Perjuangan tidak boleh hanya berkutat di dalam struktur partai. Kita harus hadir dan bergerak bersama rakyat, memperjuangkan kesejahteraan serta nilai-nilai Pancasila. Gerak politik harus membumi, memberdayakan, dan bernilai elektoral,” kata Purwadi.
