Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi E Deean Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso, berharap ada penguatan program Kmpung Pancasila untuk mangantisipasi kasusu kekerasan pada anak seperti yang terjadi di Lakarsantri Surabaya beberapa waktu lalu.
"Penting untuk mengoptimalkan pelaksanaan program Kampung Pancasila sebagai sarana memperkuat ketahanan keluarga dan nilai kepedulian sosial," kata Cahyo di Surabaya, Selasa.
Menurutnya, program ini seharusnya tidak hanya soal bantuan sosial atau kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wadah membangun keluarga yang peduli, mencintai generasi penerus, dan saling menjaga.
Lebih lanjut, Cahyo mendorong aparatur sipil negara (ASN) serta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, karang taruna, serta tokoh perempuan di lingkungan masing-masing.
Ia berharap penguatan peran masyarakat dalam program tersebut dapat menciptakan lingkungan yang aman, guyub, dan ramah anak di Kota Surabaya.
Terkait kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di wilayah Lakarsantri, Surabaya, yang melibatkan anggota keluarga dekat korban, Ia menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut karena pelaku diduga merupakan paman dan bibi korban.
Menurutnya, kejadian ini menunjukkan masih lemahnya perlindungan anak di lingkungan keluarga.
“Ini sangat memprihatinkan. Kekerasan justru terjadi di lingkungan terdekat anak, yang seharusnya menjadi tempat paling aman,” kata Ketua Gerindra Surabaya ini.
Cahyo menegaskan perlunya pemberian sanksi tegas kepada pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan tindakan serupa.
Selain dampak hukum, ia juga mengingatkan bahwa kekerasan dapat meninggalkan trauma mendalam bagi anak dan memengaruhi tumbuh kembang mereka di masa depan.
“Bukan hanya soal hukuman, tetapi juga dampak psikologis yang akan dirasakan anak-anak. Ini bisa memengaruhi kehidupan mereka dalam jangka panjang,” ujarnya.
