Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong perluasan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini merupakan aspirasi dari warga saat reses di Jalan Mangkunegoro 4 RT 3 RW 4 Kelurahan Darmo, Surabaya, Kamis.
“Aspirasi yang kami terima berkaitan dengan penguatan ekonomi ibu-ibu. Peran mereka sangat penting dalam menggerakkan ekonomi di lingkungan kampung,” kata Cahyo.
Ia menjelaskan, warga berharap dukungan permodalan usaha bagi perempuan terus diperluas karena dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap pendapatan keluarga serta ketahanan ekonomi rumah tangga.
Ketua DPC Gerindra Surabaya itu menambahkan, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendukung kemandirian ekonomi perempuan, salah satunya melalui program KIP Jawara yang menyasar pelaku UMKM perempuan di Jawa Timur.
“Melalui KIP Jawara, ibu-ibu didorong untuk lebih mandiri, produktif, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi keluarga maupun lingkungannya,” ujarnya.
Cahyo memastikan seluruh aspirasi masyarakat tidak berhenti pada kegiatan reses, melainkan akan dibahas secara resmi dalam forum DPRD Jawa Timur.
Ia juga menyebutkan, penyaluran bantuan modal dilakukan melalui mekanisme aspirasi dan sinergi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
“Pada 2025 lalu, dari aspirasi saya terdapat sekitar 300 penerima di Surabaya. Tahun ini, melalui program sinergitas dengan Dinsos, jumlahnya juga sekitar 300 orang,” jelasnya.
Menurut Cahyo, kebutuhan masyarakat Surabaya terhadap bantuan modal usaha masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan peningkatan kuota penerima manfaat pada tahun-tahun mendatang.
Dengan antusiasme dan kebutuhan yang cukup besar, pihaknya akan mendorong penambahan kuota, terutama pada 2027 mendatang.
Ia berharap instansi terkait mampu menyesuaikan kapasitas program dengan kebutuhan riil masyarakat.
