Surabaya (ANTARA) - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) diminta siap dipilih maupun ditugaskan pada posisi apa pun melalui pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar serentak di Jawa Timur.
“Semua kader harus siap, baik dipilih maupun ditugaskan di posisi mana pun. Itu merupakan bagian dari proses dan kedisiplinan organisasi,” kata Ketua Steering Committee (SC) Konferda–Konfercab PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Budi Sulistyono atau Kanang, di Surabaya, Jumat.
Ia menyebutkan Konferda–Konfercab menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dan semangat seluruh kader PDI Perjuangan di Jawa Timur dalam memperkuat soliditas partai.
Sebanyak 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan dari kabupaten dan kota dijadwalkan mengikuti agenda tersebut di Surabaya pada Sabtu (20/12) hingga Minggu (21/12) dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Kanang menegaskan seluruh rangkaian Konferda–Konfercab dirancang berlangsung tertib, demokratis, serta sesuai dengan peraturan partai.
Melalui forum ini, diharapkan terbentuk struktur organisasi yang semakin matang dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Menurut dia, penataan kepengurusan melalui Konferda–Konfercab juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja-kerja kerakyatan sekaligus menjaga persatuan kader di semua tingkatan.
Ia menambahkan selama ini PDI Perjuangan di Jawa Timur konsisten mendorong berbagai program kerakyatan di bidang pendidikan, ekonomi rakyat, sosial, serta penguatan komunitas.
Konferda–Konfercab yang digelar secara serentak, lanjutnya, menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan seluruh program kerakyatan tersebut mendapat dukungan organisasi yang solid hingga ke tingkat akar rumput.
Selain itu, Konferda–Konfercab juga memiliki makna strategis sebagai sarana evaluasi dan perumusan langkah partai dalam merespons dinamika politik dan pemerintahan yang terus berkembang.
“Melalui forum ini, dipastikan ada program-program partai yang disiapkan untuk menjawab tantangan ke depan, mengingat dinamika politik dan pemerintahan saat ini sangat dinamis,” kata mantan Bupati Ngawi dua periode itu.
Ia kembali menekankan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan harus siap menerima keputusan organisasi, baik melalui mekanisme pemilihan maupun penugasan, demi kepentingan partai dan rakyat.
