Surabaya (ANTARA) - PDI Perjuangan Jawa Timur mengajak generasi Z (Gen Z) terlibat aktif dalam proses politik dan penentuan kebijakan publik dengan bergabung menjadi kader lewat rekrutmen terbuka.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan demokrasi di Indonesia, mengingat jumlah Gen Z yang kini semakin dominan.
“Kami ingin Gen Z tidak memandang politik sebagai sesuatu yang kotor atau jauh dari kehidupan mereka. Politik justru merupakan sarana memperjuangkan nilai, gagasan, dan perubahan melalui kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Deni di Surabaya, Jumat.
Menurut Deni, PDIP Jatim membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda tanpa mensyaratkan latar belakang politik praktis.
Ia menilai karakter Gen Z yang kreatif, kritis, dan peka terhadap isu sosial merupakan modal besar untuk membangun politik yang sehat.
Rekrutmen terbuka tersebut mencakup kesempatan bergabung sebagai kader maupun pengurus struktural mulai dari tingkat anak ranting di RW atau dusun, ranting di kelurahan dan desa, hingga pengurus anak cabang di tingkat kecamatan.
Selain itu, Gen Z juga dapat berkiprah melalui berbagai badan dan sayap partai.
“Bagi yang belum ingin masuk ke struktur, ada banyak ruang lain melalui badan dan sayap partai. Politik tidak selalu soal rapat dan jabatan,” katanya.
PDIP Jatim juga memiliki sekolah partai di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) yang menjadi wadah pendidikan dan pelatihan kader.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu menambahkan, keterlibatan Gen Z dalam badan dan sayap partai menjadi sarana pendidikan politik yang kontekstual dan dekat dengan realitas sosial.
Deni menilai partisipasi politik generasi muda merupakan wujud keberanian untuk tidak bersikap apatis terhadap masa depan bangsa.
Ia pun mengajak generasi muda di Jawa Timur untuk tidak ragu bergabung dan berproses bersama PDI Perjuangan.
