Kota Kediri (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kediri, Jawa Timur, mendirikan perpustakaan di area lapas, sebagai bentuk mendukung literasi bacaan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin mengemukakan perpustakaan ini dilengkapi bahan bacaan yang terus diperbarui setiap bulan. setiap satu bulan sekali sebanyak 1.000 buku lama akan diambil dan diganti dengan 1.000 buku baru, sehingga bahan bacaan selalu segar, beragam, dan sesuai perkembangan zaman.
“Kami ingin para WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) tidak hanya memiliki tempat membaca, tapi juga akses pada bacaan yang berkualitas dan relevan,” katanya di Kediri, Rabu.
Pihaknya mengungkapkan, bahwa Lapas Kediri juga secara resmi telah mendaftarkan perpustakaannya ke Perpustakaan Nasional.
Perpustakaan tersebut diberi nama "Tunas Harapan Bangsa Lapas Kediri", dan berada di area lapas.
Tiga petugas dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Kediri hadir langsung ke Lapas Kediri untuk melakukan verifikasi dan pendampingan teknis. Kunjungan ini sekaligus menandai kolaborasi nyata antarlembaga demi peningkatan kualitas pembinaan di dalam lapas.
Ia menambahkan, jika proses pendaftaran ini disetujui Perpustakaan Nasional, Lapas Kediri akan menjadi satu-satunya lapas di Indonesia yang memiliki perpustakaan nasional aktif di dalam lingkungan pemasyarakatan.
"Ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bagian dari transformasi sistem pembinaan menuju arah yang lebih edukatif dan berkelanjutan," kata dia.
Pihaknya mengungkapkan, dengan terobosan ini, Lapas Kediri juga ingin membuktikan komitmennya dalam mengubah stigma lapas menjadi ruang tumbuh harapan.
Perpustakaan Tunas Harapan Bangsa, kata dia, bukan hanya simbol literasi, tapi juga simbol perubahan dan kemajuan di balik jeruji.
Lapas Kediri juga memperhatikan pendidikan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Sebelumnya, terdapat 25 WBP dari Lapas Kediri mendapatkan ijazah kesetaraan tahun ajaran 2024-2025, sebagai bagian dari mendukung program penanganan anak tidak sekolah di Kota Kediri.
Seluruh WBP tersebut merupakan siswa aktif PKBM Al Rahman Kediri, yang mengikuti program pendidikan Paket A, B, dan C.
PKBM Al Rahman menjadi mitra pendidikan yang rutin hadir di lapas untuk memberikan layanan belajar kepada WBP yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Lapas Kelas II A Kediri juga menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya penuntasan anak tidak sekolah (ATS) dengan melibatkan para WBP sebagai peserta didik pendidikan kesetaraan.
