Pacitan, Jatim (ANTARA) - Beberapa ruangan di SD Negeri 2 Ketro Harjo, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kerusakan dan rawan ambruk akibat termakan usia
Kepala SDN 2 Ketro Harjo Sukardi, Senin mengatakan bahwa kerusakan meliputi berbagai bagian bangunan, terutama jendela, pintu, dan atap plafon.
Kondisi paling memprihatinkan terdapat di ruang kelas I, II, III, serta ruang perpustakaan.
"Terakhir diperbaiki delapan tahun lalu. Sekarang beberapa bagian, terutama teras dan plafon, sudah lapuk dan rawan ambruk,” kata Sukardi.
Bangunan terakhir kali direnovasi pada 2017, dan hingga kini belum ada tindak lanjut atas pengajuan bantuan perbaikan.
Selain bangunan, menurut dia, fasilitas belajar seperti meja dan kursi siswa juga dalam kondisi rusak dan lapuk. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) masih tetap berlangsung seperti biasa.
Ia menyebut pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan ke Dinas Pendidikan setempat, namun belum mendapat realisasi.
"Kami sudah sering mengusulkan agar dilakukan perbaikan tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut," ujarnya.
Saat ini SDN 2 Ketro Harjo memiliki 85 siswa dan 9 guru. Rinciannya, 2 guru berstatus PNS, 4 berstatus P3K, dan 3 lainnya merupakan guru tidak tetap (GTT).
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Wahyono, menyatakan telah melakukan peninjauan ke lokasi.
Ia membenarkan adanya kerusakan, namun menurutnya hanya pada bagian tertentu.
"Yang rusak itu kusen jendela bagian bawah. Bagian atasnya masih bagus. Kami memahami ada kekhawatiran karena jika kaca dimainkan siswa dan pecah, bisa berbahaya," ujar Wahyono.
Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut karena bangunan sudah cukup lama dan memang membutuhkan perhatian.
