Banyuwangi (ANTARA) - Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memantau arus mudik pada H-6 Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dan sekaligus mengecek fasilitas di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Selasa.
"Di sisi Banyuwangi masih lengang, pengelola penyeberangan lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) sudah disiapkan antisipasi jika ada lonjakan-lonjakan, mulai H-13 sampai H+8 Lebaran," katanya.
Menurut Wabup Mujiono, pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan ASDP, kepolisian dan pihak-pihak lain terkait untuk menyukseskan arus balik.
Selain itu, lanjutnya, Pemkab Banyuwangi juga akan menyiapkan diri untuk menyambut para wisatawan yang ingin menghabiskan waktu untuk berlibur Lebaran di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
"Wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan aman, nyaman dan ada kepastian bahwa Banyuwangi siap menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah," katanya.
"Semuanya sudah siap, kami dari pemda menyediakan tempat untuk cek kesehatan yang tersedia setiap hari selama 24 jam," kata Wabup Mujiono menambahkan.
Sementara itu, General Manajer PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Kabupaten Banyuwango, Yani Andriyanto mengemukakan jumlah pemudik dari Bali menuju Jawa di lintasan Ketapang-Gilimanuk terus meningkat sejak H-10 hingga H-6 Lebaran 2025.
"Apabila ditotal dalam lima hari terakhir jumlah pemudik telah mencapai 223.036 orang," katanya.
Peningkatan juga terjadi dari jumlah kendaraan, Menurut Yani terdapat peningkatan signifikan dibanding momentum yang sama tahun lalu.
"Kalau rata-rata harian, peningkatannya 54 persen untuk kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," kata Yani Andriyanto.