Blitar (ANTARA) - Aparat Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, dan tim gabungan menemukan satu lagi korban tebing longsor sehingga dua korban sudah ditemukan semua.
Kedua korban tertimbun tanah longsor dari tebing setinggi 50 meter di kawasan Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar
"Telah dilakukan evakuasi di hari kedua korban tertimbun longsor di kawasan Sungai Putih, Desa Karangrejo. Korban berjumlah dua orang dan satu korban sudah dievakuasi di hari pertama pencarian. Keduanya meninggal dunia," kata Kepala Sub-Seksi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Media (PIDM) Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi di Blitar, Selasa.
Ia menjelaskan korban yang dievakuasi pada hari kedua adalah Nur Kholis (45), warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok. Korban juga langsung dibawa dari lokasi kejadian ke jalan perkampungan menggunakan mobil Polsek Garum.
Korban juga telah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi oleh petugas kesehatan dan Tim Ident Polres Blitar, kemudian dari jalan perkampungan jenazah korban dipindah ke mobil ambulans PMI.
"Diangkut dengan mobil jenazah dibawa ke rumah duka Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, dikawal mobil Backbone Polsek Garum," kata dia.
Ia menambahkan dengan sudah penemuan korban berarti sudah dua orang korban tanah longsor yang telah ditemukan, yakni Rohman, warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, dan Nur Kholis.
Kejadian longsor tebing setinggi 50 meter di kawasan Sungai Putih Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, itu pada Minggu (16/2). Saat itu, kedua korban yang merupakan penambang pasir tradisional berusaha membuat lubang di aliran sungai. Lokasi itu jaraknya kurang lebih 30 meter dari tebing.
Saat kantongan (lubang) itu penuh, kedua korban menaikkan pasir ke atas tanah, namun ketika kedua korban menaikkan pasir dari dalam kantongan tiba-tiba dari atas tebing terjadi longsor yang mengakibatkan kedua korban tersebut tertimbun oleh tanah longsor.
Warga lainnya yang mengetahui kejadian tanah longsor dari tebing setinggi 50 meter tersebut, langsung memberitahukan kepada orang-orang yang berada di kawasan aliran sungai dan melakukan pencarian bersama. Namun belum ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan.
Kedua korban ditemukan meninggal dunia setelah pencarian yang melibatkan dari TNI/Polri, BPBD Kabupaten Blitar, SAR, dan relawan lainnya.
Komandan Tim Basarnas Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza mengatakan saat pencarian korban ada beberapa kendala yakni pencarian lokasi yang sempit sehingga alat berat tidak bisa masuk dan material longsor berupa pasir dan batu.
Untuk itu ia pun meminta anggotanya dan tim gabungan lainnya berhati-hati dalam pencarian korban.