Blitar (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, mengapresiasi pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan kemandirian usaha di Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom, Kabupaten Blitar.
Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Jatim Mita Triani mengemukakan pemerintah saat ini melakukan program verifikasi "Eco Pesantren Jawa Timur" termasuk di Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Pihaknya mengevaluasi model pengelolaan lingkungan di pesantren tersebut.
"Ini sangat bagus sekali, pengelolaan limbah, ruang terbuka hijau dan ada budidaya anggur yang menggunakan pupuk dari kotoran domba," katanya dalam keterangan yang diterima, Senin.
Dalam verifikasi yang dipimpin DLH Provinsi Jatim tersebut, tim mengevaluasi berbagai aspek meliputi manajemen kebersihan, pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, sanitasi.
Ada juga budi daya anggur dan domba yang terintegrasi. Sistem pengelolaan limbah organik yang memanfaatkan kotoran domba sebagai pupuk untuk kebun anggur menjadi perhatian khusus.
Di pesantren tersebut telah dilakukan pengembangan 190 varian buah anggur, yang ditanam di lahan area pesantren.
Proses verifikasi dihadiri langsung Wakil Pengasuh Ponpes Jatinom, Kabupaten Blitar Ahmad Khubby Ali Rohmad beserta tim Eco Pesantren. Hadir pula Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLH Kabupaten Blitar Hakim Catur.
Sementara itu, Wakil Pengasuh Ponpes Jatinom, Kabupaten Blitar Ahmad Khubby Ali mengemukakan bahwa pihak pesantren selalu bersemangat untuk menjaga lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman.
"Santri tidak hanya mengaji dan menuntut ilmu tapi mengamalkan nilai-nilai ilmu agama dalam lingkungan hidup. Prinsip kebersihan, keseimbangan alam, hemat energi dan pengelolaan sampah adalah nilai-nilai islami yang harus dikembangkan," kata Gus Bobby, sapaan akrabnya.
Pihaknya menambahkan, di pesantren ini mengelola pendidikan MTs dan MA dengan basis salafiyyah. Pendidikan ini menunjukkan komitmen nyata terhadap konservasi lingkungan melalui berbagai inisiatif.
Yang paling menonjol adalah budi daya 190 varian anggur dari 20 negara berbeda, serta empat varian lokal yang sedang dalam proses uji kelayakan di Kementerian Pertanian RI.
Pihaknya berharap dengan program dari Pemerintah Provinsi Jatim, pesantren ini bisa penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur.
Saat ini, Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom Kabupaten Blitar telah resmi menyelesaikan verifikasi daring sebagai calon penerima penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur.
"Harapannya bukan sekadar penghargaan, tapi nilai edukasi ini harus terus menjadi semangat dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan," kata Gus Bobby.
Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom menjadi satu-satunya perwakilan dari Blitar yang lolos dalam tahap penilaian di tingkat provinsi. Proses verifikasi tersebut juga menandai pencapaian penting bagi pesantren yang berdiri sejak 1868 ini.
Prestasi tersebut juga semakin mengukuhkan peran pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga pelopor dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan life skill santri.
Variasi anggur yang dikembangkan pesantren ini tidak hanya untuk konsumsi internal, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi santri dalam menguasai teknik budi daya tanaman modern.
Integrasi antara peternakan domba dan perkebunan anggur menciptakan siklus berkelanjutan yang efisien dan ramah lingkungan.
