Kampung Anak Negeri Surabaya Cetak Anak Jalanan Raih Prestasi

id kampung anak negeri,anak jalanan raih prestasi,pemkot surabaya,dinas sosial,antaranews jatim

Kampung Anak Negeri Surabaya Cetak Anak Jalanan Raih Prestasi

Sejumlah anak jalanan berprestasi sedang berpose di depan Pondok Sosial Kampung Anak Negeri Jalan Wonorejo Timur No. 130 Rungkut, Surabaya, Rabu. (Abdul Hakim)

Pembinaan tidak hanya dilakukan secara formal, namun juga pengembangan bakat dan minat hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi
Surabaya (Antaranews Jatim) - Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial Kota Surabaya, Jawa Timur, berhasil mencetak sejumlah anak jalanan meraih berbagai prestasi baik di tingkat regional maupun nasional.
     
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri Dinsos Surabaya Erni Lutfia, di Surabaya, Rabu, mengatakan beberapa anak jalanan yang tinggal di Kampung Anak Negeri yakni Ari Mukti (14) pernah meraih juara satu pertandingan tinju kelas 38 kilogram, Kejurda Tinju Amatir Yunior Youth Se Jawa Timur tahun 2017. 
     
"Dari cabang silat, Muhammad Hasyim (14) pernah meraih juara satu tapak suci usia dini se-Kota Surabaya," katanya. 
     
Bahkan di cabang balap sepeda, lanjut dia, Marfel Maulana (7), meraih juara tiga Kejuaraan Balap Sepeda MTB Piala Koni Kota Surabaya. Begitu juga Luhur Aditya Prasoja (16) juga pernah meraih juara dua Kejuaraan Balap Sepeda Usia Dini Seri ke 3 Trophy Ketua ISSI Jawa Tengah.
     
Erni menjelaskan Pondok Sosial Kampung Anak Negeri yang bertempat di Jalan Wonorejo Timur No. 130 Rungkut, Surabaya, melakukan pembinaan terhadap anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). 
     
"Pembinaan tidak hanya dilakukan secara formal, namun juga pengembangan bakat dan minat hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi," katanya.
     
Menurut dia, anak-anak yang tinggal di Kampung Anak Negeri memiliki berbagai latar belakang. Mereka berasal dari anak putus sekolah, anak hasil penjangkauan, hingga anak-anak hasil penertiban razia Satpol PP di jalanan.
     
"Bagi anak jalanan yang terkena razia Satpol PP selanjutnya didata, jika masih mempunyai keluarga akan dipulangkan. Sementara yang tidak mempunyai keluarga, kami bina di Kampung Anak Negeri," katanya.
     
Erni mengatakan saat ini Kampung Anak Negeri ditinggali sebanyak 35 anak yang berusia rata-rata mulai dari 7 hingga 18 tahun. Sistem pembinaan yang diterapkan pun ada dua jenis yakni pendidikan formal dan non formal. Untuk pendidikan formal, mereka bersekolah. Kalau SD di SDN Kedung Baruk, SMPN 23 dan SMKN 10 Surabaya.
     
"Bagi anak yang mengalami putus sekolah akan diikutkan kejar paket," ujarnya. 
     
Kampung Anak Negeri, menurutnya tidak pernah sepi dari aktivitas karena sejak pagi, mereka sudah diajak untuk sholat subuh berjamaah. Selanjutnya, bagi yang menempuh pendidikan formal, akan diantar ke sekolah. 
     
Sementara itu, bagi anak yang menempuh pendidikan kejar paket, siangnya diberi kegiatan wirausaha. Bahkan, Erni mengaku, ada juga pembinaan untuk keagamaan yang berkaitan dengan baca tulis Al-Quran setiap malam sehabis shalat maghrib. 
     
"Untuk malam harinya, usai shalat isya mereka kemudian belajar keterampilan minat dan bakat. Ada yang berlatih seni melukis, musik, olahraga tinju, balap sepeda, dan silat," katanya. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar