Dukcapil Bojonegoro Data Warga Rekam KTP-E

id KTP elektronik, Kementerian Dalam Negeri, Dispendukcapil bojonegoro, KPU Bojonegoro,Tedjo Sukmono, andrianto, antaranews jatim

Dukcapil Bojonegoro Data Warga Rekam KTP-E

Sejumlah warga antre mengurus administrasi kependudukan di Kantor Dukcapil Bojonegoro. (Slamet Agus Sudarmojo.)

Dukcapil tetap melakukan pendataan warga yang melakukan perekaman KTP-e, bahkan termasuk yang ada di kecamatan.
Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bojonegoro, Jawa Timur, tetap melakukan pendataan warga yang melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik, meskipun stok keping blangko KTP-e menipis.

"Dukcapil tetap melakukan pendataan warga yang melakukan perekaman KTP-e, bahkan termasuk yang ada di kecamatan," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Bojonegoro Andrianto di Bojonegoro, Senin.

Hal senada disampaikan Pejabat Kepala Dukcapil Bojonegoro Tedjo Sukmono, bahwa warga yang mencari KTP-e tetap dilakukan perekaman, tapi tidak harus dibuatkan KTP-e karena menipisnya stok keping blangko KTP-e.

"Terakhir hanya tersisa sekitar 450 keping blangko KTP-e. Tapi  warga yang sudah melakukan perekaman KTP-e yang sudah mendaftar bisa mencapai 650 warga per harinya," kata Andrianto menegaskan.

Namun, ia mengaku tidak tahu pasti jumlah warga di daerahnya yang sudah melakukan perekaman KTP-e, terutama dari 28 kecamatan di daerahnya, yang belum bisa dicetakkan KTP-e.

Lebih lanjut Andrianto menjelaskan meningkatnya jumlah warga yang mencari KTP-e, karena pemkab melalui kecamatan dan desa melakukan mobilisasi warga yang belum memiliki KTP melakukan perekaman KTP-e.

Namun di kecamatan warga hanya bisa melakukan perekaman KTP-e, sedangkan untuk mencetak KTP-e harus di dukcapil.

"Meningkatnya warga yang melakukan perekaman KTP-e di kecamatan mengakibatkan meningkatnya permintaan warga yang mendaftar untuk mencetak KTP-e," katanya menjelaskan.

Menurut dia, dukcapil secara rutin meminta tambahan kekurangan keping blangko KPT-e ke Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

"Tapi kami hanya memperoleh 500 keping blangko KTP-e setiap datang ke Kementerian Dalam Negeri, bahkan pernah tidak memperoleh sama sekali karena terbatasnya stok keping KTP-e," ucapnya.

Oleh karena itu, kata  dia, dukcapil tidak bisa melayani seluruh warga yang sudah melakukan perekaman KTP-e untuk dicetakkan KTP-e.

Meski demikian, menurut dia, Kementerian Dalam Negeri menjanjikan pada Januari akan ada pengadaan keping blangko KTP-e.

"Sesuai saran Kementerian Dalam Negeri warga yang kami cetakkan KTP-e yang baru pertama kali mencari KTP," ucapnya.

Ia menambahkan warga yang sudah melakukan perekaman KTP-e akan dicetakkan KTP-e kalau sudah ada tambahan keping blangko KTP-e dari Kementerian Dalam Negeri.

"Ya waktunya bisa sebulan. Yang penting warga yang sudah melakukan perekaman KTP-e kami data, termasuk menyertakan nomor telepon, sehingga sewaktu-waktu dipanggil kalau sudah ada stok KTP-e," kata Tedjo Sukmono.  (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar