"Terima kasih kepada BPK yang memeriksa keuangan Pemprov Jatim dan membimbing agar pengelolaan keuangan menjadi baik," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo di sela Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Jatim di Surabaya, Rabu.
Raihan opini WTP Pemprov Jatim ini merupakan kali keenam dan diserahkan langsung oleh Anggota BPK RI Achsanul Qosasih.
Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengakui saran agar pihaknya menggunakan sistem akrual basis dalam pengelolaan langsung direspon positif dengan menerapkannya mulai tahun 2015.
Penerapan akrual basis dalam pengelolaan keuangan, kata dia, memudahkan jajaran bagian keuangan dalam menyusun dan membuat pelaporan walaupun pada awalnya mengalami kesulitan.
"Karena tadinya membuat empat pelaporan menjadi tujuh pelaporan. Memang saat ini masih belum betul semua karena masih ada beberapa kekurangan yang harus kami benahi," ucapnya.
Sementara itu, anggota BPK RI Achsanul Qosasih mengatakan perolehan WTP oleh Pemprov Jatim sudah menjadi tren dan terus-menerus dilakukan selama enam tahun berturut-turut.
Menurut dia, hal ini menjadi positif bagi pemerintah daerah dan DPRD Jatim yang telah bekerja secara kompak sehingga pemeriksaan laporan menjadi sangat mudah.
"Dan ini menjadi cacatan khusus buat kami, ke depan kami ucapkan selamat kepada Bapak Gubernur, mudah-mudahan ini bisa diteruskan oleh penerusnya," kata mantan anggota DPR RI tersebut. (*)
