Tulungagung (Antara Jatim) - Jajaran Kepolisian Sektor Kota Tulungagung, Jawa Timur menggelar razia ke sejumlah rumah kos di daerah tersebut guna mengantisipasi masuknya orang asing/luar daerah, terkait gerakan radikalisme dan terorisme sebagaimana sempat "mengguncang" Ibu Kota Jakarta, Kamis (14/1).
"Operasi ini memang berkaitan dengan antisipasi gerakan radikal keagamaan. Kami tidak mau kecolongan dan apa yang kemarin terjadi di Jakarta terulang di Tulungagung," kata Kanit Bina Masyarakat Polsek Tulungagung Kota, Iptu Djuawadi di Tulungagung, Jumat.
Polisi tidak bergerak sendiri. Sejumlah personel TNI dari Koramil Tulungagung, dan petugas trantib kecamatan juga terlihat dilibatkan.
Operasi gabungan itu kemudian menyasar ke sejumlah rumah kos di lingkungan Kelurahan Bago.
Sayang, operasi yang digelar mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB itu akhirnya tidak banyak membuahkan hasil karena rata-rata penghuni kos sudah keluar untuk aktivitas kerja ataupun lainnya.
"Hari ini ada dua penghuni kos yang terpaksa kami bawa ke mapolsek karena tidak memiliki dokumen atau identitas kependudukan lengkap," ucap Djuwadi.
Dua penghuni kos berjenis kelamin perempuan yang dibawa ke kantor polisi tersebut rata-rata berusia muda.
Sumber petugas maupun warga sekitar mengisyaratkan kedua wanita itu diyakini sama sekali tidak terkait dengan kegiatan berbau radikalisme.
Polisi justru mencurigai kedua wanita yang belakangan diketahui bekerja di kafe dan rumah karaoke tersebut, karena saat diminta kelengkapan identitas tak satupun bisa menunjukkan.
"Sasaran sepertinya memang diarahkan ke rumah kos wanita-wanita pekerja malam, bukan pada warga yang diduga terkait gerakan radikal keagamaan," kata Muzaki, warga setempat.(*)
