Madiun (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, mengembangkan industri kecil gerabah dari tanah yang ada di wilayahnya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Madiun, Heri Supramono, Rabu, mengatakan, pengembangan dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya dengan bantuan modal dan pelatihan melalui dinas terkait. "Pelatihan yang baru saja diberikan adalah studi banding sejumlah perajin gerabah tanah Kabupaten Madiun ke sentra kerajinan gerabah, di Dusun Kasongan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir November lalu," ujar Heri kepada wartawan. Menurut dia, studi banding tersebut bertujuan agar para perajin gerabah tanah asal Kabupaten Madiun mampu meningkatkan produksinya. Bahkan bisa belajar dari sisi produksi dan pemasaran di sentra gerabah Kasongan. "Diharapkan, usai studi banding, para perajin gerabah di Kabupaten Madiun mampu bersaing dengan perajin gerabah lainnya termasuk sentra kerajinan gerabah Kasongan," kata dia. Sesuai data Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Pariwisata Kabupaten Madiun, jumlah industri kecil gerabah tanah di Kabupaten Madiun mencapai 55 unit. Jumlah tersebut terbanyak berada di Kecamatan Dagangan dan Pilangkenceng. Industri tersebut cukup menjanjikan jika digarap dengan serius. Sebab, nilai investasinya mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah. Salah satu perajin gerabah asal Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Dian, mengatakan, masih banyak kendala dalam mengembangkan industri kecilnya tersebut. "Selain modal, kami juga kesulitan untuk pemasarannya. Selama ini hanya dipasarkan di wilayah lokal dan berdasarkan pesanan," kata Dian. Untuk bahan baku, lanjutnya, Kabupaten Madiun sangat berlimpah. Adapun, bahan baku yang digunakan adalah tanah liat. Pihaknya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah sehingga bidang usahanya dapat berkembang. Sementara, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Diperindagkop) Kabupaten Bantul, Kesi Herawati, saat menerima rombongan studi banding perajin dan Pemkab Madiun, menjelaskan, Bantul tidak hanya dikenal dengan kerajinan gerabah. "Ada 73 sentra kerajinan tangan di wilayah Bantul, mulai gerabah tanah, kulit, kayu, batik, dan lainnya dengan jumlah perajin yang terserap mencapai 18.424 orang. Hasil kerajinan tersebut selain dijual di pasar nasional juga di pasar internasional atau ekspor," ungkapnya. Adapun kendala yang dihadapi, para perajin sering kesulitan bahan baku. Perajin harus mengambil barang setengah jadi dari Jepara dan Kudus Jawa Tengah untuk mebelair dan tanah dari Purwodadi untuk gerabah. Pihaknya berharap, melalui studi banding yang dilakukan, perajin gerabah Kabupaten Madiun mendapatkan ilmu untuk dikembangkan di daerah asal guna menjadi komoditas unggulan di masa depan. (*)
Berita Terkait
Pemkab Madiun siapkan lahan eks bengkok untuk gedung Sekolah Rakyat
10 Januari 2026 07:21
Pemkab Madiun galang dana untuk bencana Sumatra saat pergantian tahun
1 Januari 2026 19:30
Pemkab Madiun fungsikan 15 TPS3R guna kurangi sampah masuk TPA
22 Desember 2025 19:44
Pemkab Madiun usulkanUMK tahun 2026 naik 6,04 persen
19 Desember 2025 23:00
Pemkab Madiun berangkatkan satu KK bertransmigrasi ke Sidrap Sulsel
15 Desember 2025 22:30
Pemkab Madiun genjot percepatan penurunan kasus stunting
14 Desember 2025 22:30
Pemkab Madiun relokasi warga terdampak tanah retak pada 2026
12 Desember 2025 20:27
Pemkab Madiun kukuhan 15 Bunda GenRe Kecamatan wujudkan remaja unggul
10 Desember 2025 22:10
