Nganjuk (Antara Jatim) - Sejumlah warga yang mengikuti upacara perayaan "Piodalan", upacara pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wasa yang dilakukan umat Hindu, di Pura Kerta Buana Giri Wilis, Kabupaten Nganjuk, Senin, mengalami kejadian mirip kesurupan. Warga yang mengalami kejadian mirip kesurupan tersebut bergoyang-goyang, bahkan seorang anak kecil sempat terjatuh ketika menari. Seorang perempuan terlihat juga kesurupan hingga menangis histeris dengan sesekali tubuhnya ikut bergoyang mengikuti irama lagu jaranan. Sejumlah pemuka agama melakukan doa-doa dan berusaha mengobati warga yang mengalami kesurupan dengan cara memercikkan air hingga mereka kembali sadar. Pemimpin upacara Piodalan, Damri, mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk penyucian pura tempat ibadah umat Hindu. Penyucian menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun. "Upacara penyucian diikuti oleh umat Hindu dari berbagai daerah, seperti Kediri, Surabaya, Jakarta, bahkan dari Bali juga ada yang datang," katanya. Dalam upacara tersebut, mereka juga menyiapkan sejumlah perlengkapan yang disebut sebagai makanan pokok tujuh rupa, seperti sayur-sayuran, ayam potong, telur dan beragam hasil rempah. Seluruh barang tersebut di taruh di dalam Pura, sebagai perwujudan syukur atas rejeki Tuhan. (*)
Berita Terkait
Gempa guncang Maluku Tenggara, tidak berpotensi tsunami
1 Februari 2026 04:56
BNNK gandeng KONI Surabaya cegah narkoba dan edukasi penggunaan gadget
30 Januari 2026 19:53
DPKP Surabaya evakuasi dua mobil terperosok akibat parkiran ambrol
26 Januari 2026 22:22
KAI Daop 8 Surabaya pasang blok rel di JPL Wonokromo
26 Januari 2026 17:12
Telkomsel percepat pemulihan jaringan di lokasi BTS roboh di Surabaya
23 Januari 2026 18:27
