Surabaya (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 melakukan evakuasi cepat terhadap kapal Pacific 88 yang mengalami insiden saat bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin dini hari.
Senior Manajer Hukum dan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Karlinda Sari mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 04.00 WIB ketika kapal mengalami kemiringan ke arah darat saat proses bongkar muat, sehingga menyebabkan kondisi kapal tidak seimbang dan sejumlah peti kemas jatuh ke laut.
“Pelindo Regional 3 langsung melakukan respons cepat dengan mengamankan area, menghentikan sementara aktivitas di lokasi terdampak, serta berkoordinasi dengan KSOP, Basarnas, Polairud, dan unsur terkait lainnya,” kata Karlinda Sari dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, penyebab kemiringan kapal Pacific 88 masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait guna memastikan faktor teknis maupun operasional yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan awal, kata dia, satu orang Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dilaporkan masih belum ditemukan dan saat ini dilakukan upaya pencarian serta evakuasi secara terpadu oleh tim gabungan Pelindo, Basarnas, Polairud, dan instansi terkait lainnya.
“Saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ucapnya.
Sementara itu, kata Karlinda, proses evakuasi peti kemas yang jatuh ke laut terus berlangsung, dan kegiatan operasional di Dermaga Jamrud Selatan akan kembali berjalan secara bertahap setelah kondisi dinyatakan aman.
Pelindo Regional 3 menegaskan komitmennya untuk mengedepankan aspek keselamatan, koordinasi lintas pihak, serta transparansi informasi dalam penanganan insiden tersebut.
"Kami akan menyampaikan perkembangan penanganan serta hasil investigasi lebih lanjut sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
