kasus tindak pidana narkotika, awalnya juga berangkat dari penggunaan smartphone yang disalahgunakan
Surabaya (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya menggandeng KONI Surabaya untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini dan edukasi penggunaan gadget secara bijak kepada anak-anak.
Kepala BNNK Surabaya Kombes Pol Heru Prasetyo mengatakan ketergantungan terhadap gadget kini semakin tinggi dan telah menjangkau anak usia dini sehingga berpotensi memicu perilaku negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.
“Berkaitan dengan gadget, hampir tidak ada orang yang tidak menggunakannya. Bahkan, dalam banyak kasus tindak pidana narkotika, awalnya juga berangkat dari penggunaan smartphone yang disalahgunakan,” kata Heru Prasetyo dalam keterangannya di Surabaya, Jumat.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan KONI Surabaya sejalan dengan upaya nasional dalam membangun ketahanan anak sejak usia dini melalui peningkatan aktivitas fisik dan olahraga.
“Kerja sama ini sudah dimulai melalui aktivitas fisik melalui olahraga, salah satunya sepak bola yang merupakan salah satu bentuk pencegahan karena kegiatan positif dapat mencegah seseorang terpapar narkotika,” ujarnya.
Heru menambahkan, pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara BNNK dan KONI Surabaya yang ke depan akan ditindaklanjuti dengan program konkret dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan BNNK Surabaya, terutama dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak.
“Kami akan terus mengingatkan pentingnya penggunaan gadget secara bijak dan menjadikan olahraga sebagai alternatif kegiatan positif,” katanya.
Menurut Arderio, edukasi bahaya narkotika harus dimulai sejak dini demi masa depan generasi muda Surabaya yang bebas dari narkoba.
"Oleh karena itu, sangat penting jika sejak usia dini dikenalkan bahaya narkoba," tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinUploader : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026