Madiun (Antara Jatim) - Petugas Polsek Manguharjo, Polres Madiun Kota, Jawa Timur, menyelidiki temuan mayat yang diduga menjadi korban tabrakan kereta api karena saat ditemukan kondisi tubuhnya telah hancur.
Kapolsek Manguharjo Kompol Agus Haryono, Sabtu, mengatakan, korban sulit diidentifikasi karena keadaannya sangat mengenaskan. Sejauh ini polisi hanya memastikan jika korban berjenis kelamin perempuan.
"Kami kesulitan untuk mengetahui identitasnya. Sebab, selain tidak ada tanda pengenal, tubuh korban juga rusak akibat tertabrak kereta api," ujar Kapolsek Manguharjo Kompol Agus Haryono kepada wartawan.
Menurut dia, korban ditemukan tergeletak di samping rel kereta api di kawasan jembatan layang jalan lingkar (ring road) Kelurahan Winongo, Kecamatan Manghuharjo, Kota Madiun. Korban ditemukan oleh petugas pemantau jalur kereta api.
"Saat itu petugas pemantau jalur kereta api sedang melakukan patroli. Tepat di lokasi, petugas menemukan mayat tersebut dalam kondisi tidak utuh dan langsung melaporkan ke polisi," kata Agus.
Hingga Sabtu petang ini, polisi masih belum dapat mengetahui identitas korban perempuan tersebut. Dalam tas dan dompet yang ditemukan tidak jauh dari posisi tergeletaknya korban, juga tidak ditemukan kartu identitas sama sekali.
Pihak kepolisian meminta masyarakat jika ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat menghubungi kantor Polsek Manguharjo ataupun Polres Madiun Kota. Kini, jenazah korban masih disimpan di instalasi jenazah RSUD dr Soedono Madiun.
"Kami belum bisa menyampaikan ciri-ciri korban secara pasti karena bagian tubuhnya banyak yang hancur. Selain berjenis kelamin perempuan, korban juga menggunakan pakaian berwarna kuning," tambahnya.
Temuan mayat yang nyaris rusak tersebut sempat menarik perhatian warga yang tinggal di sekitar lokasi temuan. Mereka langsung berdatangan untuk melihat karena penasaran.
"Jika ada warga yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri awal seperti saya sebut sebelumnya, diimbau segera mendatangi kantor polisi untuk membantu proses identifikasi," kata Agus. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026