Kediri (ANTARA) - PT KAI (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur serta Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya memberikan edukasi peningkatan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan khususnya di perlintasan sebidang.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari di Kediri, Selasa, mengemukakan keselamatan harus diutamakan. Ditegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukanlah alat pengaman utama bagi pengguna jalan, melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api.

"Oleh karena itu, kewaspadaan dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu-rambu lalu lintas menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang," kata Tohari dalam keterangannya di Kediri.

Ia mengatakan edukasi yang dilakukan di Desa Jambean Kecamatan Kras Kabupaten Kediri tersebut juga mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang kereta api.

"Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan seluruh pengguna jalan. Masyarakat wajib mematuhi rambu lalu lintas, berhenti sejenak sebelum melintas, memastikan kondisi aman, serta mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Tohari.

Data insiden di Wilayah Daop 7 Madiun yang dihimpun sepanjang tahun 2025, terjadi 24 insiden yang terdiri atas tujuh insiden di perlintasan sebidang, 16 insiden di jalur KA (ruang manfaat jalan) dan satu insiden di area emplasemen.

Rangkaian kejadian tersebut mengakibatkan 16 korban (meninggal dunia/luka-luka), serta melibatkan tujuh unit kendaraan dan satu hewan.

Tren tersebut juga masih menjadi perhatian serius di tahun 2026. Hingga kuartal I tercatat 20 insiden serupa yang terjadi di wilayah Daop 7 Madiun. Ke-20 insiden tersebut, 16 kali terjadi di perlintasan sebidang dan empat kali di jalur KA (ruang manfaat jalur).

Insiden di perlintasan sebidang, di antaranya KA tertemper enam kali kejadian, palang pintu perlintasan tertabrak kendaraan dua kali kejadian dan kendaraan mogok di perlintasan sebidang sebanyak delapan kali kejadian.

Pihaknya berharap edukasi yang diberikan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang, sehingga tercipta keamanan dan keselamatan bersama baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menjelaskan pentingnya membangun budaya saling mengingatkan antarpengguna.

"Penting sekali saling mengingatkan antarpengguna jalan jalan demi meminimalisasi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang," kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri M. Nizam Subekhi mengatakan kondisi unit palang pintu perlintasan di wilayah Kabupaten Kediri sudah banyak yang terjaga.

"Kami juga berupaya peningkatan keselamatan. Itu menjadi komitmen yang terus dilakukan pemerintah daerah," katanya mewakili Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif yang juga hadir dalam acara tersebut mengatakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, operator perkeretaapian dan masyarakat.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026