Kediri (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun, Jawa Timur memasifkan edukasi terkait keamanan dan keselamatan perkeretaapian bagi pelajar di Kabupaten Kediri.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari di Kediri, Senin, mengatakan kegiatan edukasi ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menekan angka kecelakaan serta gangguan perjalanan kereta api yang masih kerap terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat.

“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda agar memahami bahwa jalur kereta api bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” katanya.

 

Tohari mengatakan palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan hanya sebagai alat bantu.

Untuk itu, masyarakat umum maupun pelajar yang melintas tetap wajib mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta memastikan kondisi aman sebelum melintas di perlintasan sebidang.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi dan disiplin saat melintas di jalur rel kereta api. Selain melindungi diri sendiri, juga menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” kata Tohari.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMPN 1 Gampengrejo, Desa Gampeng, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 983 siswa/siswi serta 25 guru di sekolah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, tim KAI Daop 7 Madiun yang terdiri atas Karu B.1, Arthur dan Polsuska, Andung memberikan pengenalan profesi polisi khusus kereta api (Polsuska), sekaligus menyampaikan edukasi terkait pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan jalur kereta api, khususnya di perlintasan sebidang.

Data insiden di Wilayah Daop 7 Madiun yang dihimpun sepanjang tahun 2025, terjadi 24 insiden yang terdiri atas tujuh insiden di perlintasan sebidang, 16 insiden di jalur KA (ruang manfaat jalan) dan satu insiden di area emplasemen.

Rangkaian kejadian tersebut mengakibatkan 16 korban (meninggal dunia/luka-luka), serta melibatkan tujuh unit kendaraan dan satu hewan.

Tren tersebut juga masih menjadi perhatian serius di tahun 2026. Hingga kuartal 1 ini telah tercatat 20 insiden serupa yang terjadi di wilayah Daop 7 Madiun. Ke-20 insiden tersebut, 16 kali terjadi di perlintasan sebidang dan empat kali di jalur KA (ruang manfaat jalur).

Insiden di perlintasan sebidang, di antaranya KA tertemper enam kali kejadian, palang pintu perlintasan tertabrak kendaraan dua kali kejadian dan kendaraan mogok di perlintasan sebidang sebanyak delapan kali kejadian.

PT KAI juga menekankan pentingnya komitmen masyarakat untuk tidak membuka kembali perlintasan yang telah ditutup. Sebab, hal ini sangat membahayakan nyawa orang lain dan merupakan pelanggaran hukum yang serius.

PT KAI juga terus intensif melakukan sosialisasi secara berkelanjutan di berbagai titik, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keselamatan, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Gampengrejo Kabupaten Kediri Taufik mengatakan pihaknya selalu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak bermain di sekitar jalur kereta api.

"Kami rutin mengingatkan para siswa agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api," kata Taufik.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah

COPYRIGHT © ANTARA 2026