Kediri (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, memperkuat pengembangan bisnis non inti atau usaha penunjang di luar jasa utama angkutan penumpang dengan menggandeng layanan transportasi daring.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari, Jumat, mengatakan guna memperkuat lini bisnis ini salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan layanan transportasi daring (taksi online) untuk memperkuat integrasi antarmoda bagi pelanggan yang tiba di stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.

"Kerja sama ini tidak hanya memberikan kemudahan akses transportasi lanjutan, tetapi juga menghadirkan fasilitas penunjang berupa lounge khusus," katanya dalam keterangan yang diterima di Kediri.

Ia mengatakan dengan fasilitas ini, pelanggan dapat menunggu transportasi lanjutan di ruang khusus dengan suasana yang jauh lebih nyaman dan pelayanan yang lebih personal.

Tohari menambahkan, pelanggan dapat menikmati fasilitas lounge khusus di area stasiun. Fasilitas lounge dan kerja sama layanan transportasi ini merupakan bagian dari inovasi KAI Daop 7 Madiun untuk meningkatkan standar pelayanan transportasi berbasis hospitality.

Ia juga mengatakan pemanfaatan aset properti menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan bisnis ini.

Hal tersebut mencakup optimalisasi lahan dan bangunan di sekitar stasiun untuk area komersial seperti kios, ruang iklan, hingga pengelolaan fasilitas parkir yang lebih modern.

“Pengembangan bisnis non inti kini menjadi salah satu fokus KAI Daop 7 Madiun. Kami berupaya memanfaatkan setiap aset yang dimiliki agar memiliki nilai tambah secara ekonomi, sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan bagi perusahaan,” ujar Tohari.

Menurut dia, dengan menghadirkan nilai tambah pada fasilitas stasiun, KAI berharap dapat terus meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan melalui sektor non angkutan.

“Sinergi ini adalah langkah nyata kami dalam membangun ekosistem layanan terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman pelanggan tidak berhenti saat turun dari kereta api, namun terus berlanjut melalui fasilitas yang nyaman dan relevan dengan kebutuhan perjalanan masa kini,” kata Tohari.

 



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026