Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung tertemper dengan sepeda motor di petak jalan Kotok (KTK)-Arjasa (AJ), tepatnya di JPL 168 km 205+5/6 pada Rabu, sekitar pukul 17.00 WIB, menyebabkan kereta tersebut berhenti luar biasa di tempat.
"Kami menyampaikan keprihatinan dan menyesalkan atas insiden temperan yang melibatkan KA PLB 7046A atau KA Sangkuriang di Jember," kata Manager Hukum dan Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) 9 Cahyo Widiantoro di Jember.
Berdasarkan laporan dari lapangan, insiden bermula saat satu sepeda motor melaju dari arah selatan menuju perlintasan sebidang kereta api.
Pengendara diduga tidak mengurangi kecepatan dan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang di JPL 168 km
“Masinis KA Sangkuriang sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali, namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, maka kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, KA Sangkuriang berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan sarana, maka pada pukul 17.04 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian.
"Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang," katanya.
Ia menjelaskan kepedulian akan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga PT KAI Daop 9 Jember mendorong seluruh pemangku kepentingan terkait untuk saling bersinergi dalam memitigasi risiko di perlintasan sebidang agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru," katanya.
Ia mengatakan kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang, sehingga disiplin dan kepatuhan pengguna jalan menjadi kunci utama untuk mencegah terulang kejadian serupa.
Juru Bicara Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretapian (DJKA) Kementerian Perhubungan Alfaviega Septian Pravangasta menyayangkan kejadian itu dan mengucapkan dukacita mendalam bagi korban kejadian temperan KA di JPL 168.
"Pada perlintasan tersebut sebenarnya telah dilengkapi dengan palang pintu dan pos jaga yang dibangun satu paket dengan pekerjaan peningkatan jalur KA Jember-Kalisat oleh DJKA melalui BTP Kelas I Surabaya sebagai komitmen untuk membantu meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang," katanya.
Namun, saat ini di lokasi JPL 168 tersebut belum tersedia personel untuk pengoperasian palang pintu yang telah dibantu untuk pembangunan.
Jalan tersebut, katanya, merupakan jalan kabupaten sehingga pihaknya juga telah bersurat, berkoordinasi, dan mengimbau Dinas Perhubungan (Dishub) Jember menyediakan personel di JPL 168 melalui surat pada 8 April 2026.
"Kami juga mengimbau untuk tidak beraktivitas di sepanjang/sekitar rel kereta api dan selalu berhati-hati di perlintasan sebidang. Selalu pastikan berhenti, tengok kiri-kanan, aman, dan jalan sebelum melintas," ujarnya.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026