bukan hanya penilaian akhir semester, tetapi pendidikan karakter
Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 186 siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar aksi kampanye damai di kawasan Jalan Tunjungan, sebagai bagian dari Festival Penilaian Akhir Semester (PAS) yang dikemas dalam pembelajaran lintas mata pelajaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMP Muhammadiyah 2 Surabaya Yunan Imannu mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran mendalam yang menghubungkan materi pelajaran dengan realitas sosial.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar menyampaikan gagasan, membangun kepedulian sosial, serta mengasah keberanian untuk tampil di ruang publik. Ini bukan hanya penilaian akhir semester, tetapi pendidikan karakter dalam bentuk nyata,” kata Yunan di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan aksi yang dipusatkan di depan Hotel Majapahit Surabaya tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan car free day dan lomba lari 21K, dengan para siswa membawa poster, banner, serta pengeras suara untuk menyampaikan pesan perdamaian.
Kegiatan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari pembelajaran rumpun yang mengintegrasikan enam mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Tapak Suci.
Menurut dia, pembelajaran tidak cukup berhenti di ruang kelas, tetapi perlu menghadirkan pengalaman nyata agar siswa memahami persoalan global secara utuh.
Dalam kampanye tersebut, lanjutnya, para siswa mengangkat isu dampak sinar ultraviolet (UV) akibat peperangan sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak konflik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Berbagai poster bertuliskan pesan perdamaian dibawa peserta, di antaranya “Satu Dunia Satu Harapan Perdamaian” dan “Harmoni adalah Kekuatan”, yang menjadi representasi aspirasi generasi muda untuk mewujudkan dunia tanpa konflik.
Sementara itu, koordinator lapangan kegiatan Susilo Puguh mengatakan seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan melalui pembelajaran berbasis proyek sejak awal semester.
“Siswa melalui tahapan perencanaan tema, pembuatan poster, penyusunan pesan kampanye, hingga praktik penyampaian pesan di lapangan. Kegiatan ini melatih kerja sama, tanggung jawab, keberanian, dan kedisiplinan,” ujarnya.
Ia menambahkan setiap siswa memiliki peran dalam pelaksanaan aksi sehingga mampu membangun kolaborasi dalam skala besar secara tertib dan terarah.
Kegiatan tersebut, kata dia, juga dirancang untuk membentuk dimensi profil lulusan yang meliputi penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Sementara, lanjutnya, respons positif terlihat dari masyarakat yang melintas di kawasan car free day. Sejumlah warga tampak berhenti untuk membaca poster dan mendengarkan orasi damai yang disampaikan para siswa.
Melalui aksi tersebut, pihaknya menegaskan komitmennya membangun pendidikan berbasis keberbakatan dengan pendekatan sport, art, and science.
"Tentunya sekaligus menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial kepada peserta didik," tuturnya.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026