Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Jawa Timur, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperbaiki distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memprioritaskan keamanan siswa di SDN Sumberbulu, Kabupaten Probolinggo.
Satuan Tugas (Satgas) MBG Probolinggo melakukan monitoring dan evaluasi (monev) distribusi ompreng sebagai tindak lanjut atas laporan distribusi yang dinilai belum optimal di SDN Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Senin.
"Distribusi ompreng merupakan tanggung jawab penyedia, bukan siswa. Oleh karena itu, mulai hari ini pengantaran harus dilakukan langsung ke masing-masing lokasi gedung agar tidak membebani peserta didik,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi.
SDN Sumberbulu merupakan hasil penggabungan dua lembaga dengan total 239 siswa yang terbagi dalam dua gedung. Sebanyak 159 siswa kelas 1 hingga 4 berada di gedung timur dan 80 siswa kelas 5 dan 6 menempati gedung barat.
Sebelumnya, distribusi makanan hanya dilakukan di satu titik di gedung timur, sehingga membuat siswa dari gedung barat harus berjalan kaki menyeberang jalan untuk mengambil ompreng dengan pendampingan guru, sehingga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.
"Distribusi dalam Program MBG harus mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan peserta didik," katanya.
Sjaiful meminta agar setiap keluhan yang muncul segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, khususnya SPPG agar pelaksanaan program berjalan optimal.
“Saya minta pihak SPPG agar semua keluhan pihak sekolah dan penerima manfaat harus cepat direspon. Alhamdulillah selama ini sudah terjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan SPPG," katanya.
Ia berharap ke depan lebih ditingkatkan khususnya kualitas pelayanan SPPG dan menekankan makanan Program MBG wajib dikonsumsi di sekolah guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.
“Makanan harus dikonsumsi di sekolah, tidak boleh dibawa pulang untuk menghindari risiko penurunan kualitas makanan,” ujarnya.
Ia menjelaskan hasil monev itu diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh sekolah di Kabupaten Probolinggo dalam pelaksanaan Program MBG karena Pemkab Probolinggo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan gizi siswa.
Dari hasil monev, menurut dia, pihak SPPG menyatakan kesiapan untuk melakukan distribusi langsung ke dua titik gedung sekolah dan pihak sekolah diminta menyiapkan tempat yang bersih dan aman untuk penempatan ompreng serta tidak meletakkannya di lantai.
"Dengan perbaikan sistem distribusi itu, Program MBG diharapkan dapat berjalan lebih efektif, aman dan tepat sasaran serta mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” ujarnya.
Saat monev oleh Satgas MBG Kabupaten Probolinggo, ompreng sudah diletakkan di atas meja dan distribusi sudah dilakukan pada 2 titik SDN Sumberbulu 1 dan eks SDN Sumberbulu 2.
