Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami
Surabaya (ANTARA) - PT Indosat Ooredoo Hutchison mencatat area Malang menjadi wilayah dengan trafik tertinggi di Jawa Timur, diikuti Kediri dan Lamongan, yang menunjukkan tingginya aktivitas digital masyarakat selama momen Idul Fitri 1447 Hijriah.
Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Fahd Yudhanegoro mengatakan dari tiga wilayah di Jatim tersebut masing-masing sebesar 45,74 persen atau setara 120 Tera Byte (TB) untuk area Malang, 56.61 persen atau 118 TB di Kediri dan Lamongan sebesar 60.01 persen atau 103 TB.
"Secara keseluruhan, trafik di Jawa Timur tercatat naik 28,5 persen selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H dibandingkan rata-rata hari biasa," kata Fahd dalam keterangannya di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan, peningkatan trafik tersebut menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam menjaga kualitas jaringan di wilayah prioritas.
Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan infrastruktur dengan menambah ribuan site baru, mengoperasikan mobile BTS di jalur mudik.
"Kami juga mengoptimalkan jaringan 4G dan 5G untuk menjaga stabilitas layanan," ucapnya.
Sementara itu, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengatakan periode mudik dan arus balik Lebaran menjadi ujian ketangguhan jaringan perusahaan di tengah tingginya kebutuhan konektivitas masyarakat.
“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami,” katanya.
Menurut dia, lonjakan trafik terbesar berasal dari pergerakan pelanggan dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang mencerminkan tingginya aktivitas digital selama perjalanan mudik.
Selain itu, perusahaan juga mencatat adanya peningkatan kualitas layanan yang ditandai dengan penurunan downtime jaringan hingga 20 persen selama periode Lebaran 2026.
“Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya tidak hanya merespons lonjakan trafik, tetapi juga mengantisipasi melalui pemanfaatan teknologi AI untuk memprediksi kepadatan jaringan secara lebih cepat.
Ia menambahkan, Indosat mengoptimalkan jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI) pada 77 jalur mudik yang mencakup ruas tol, jalur non-tol, serta jalur kereta api dengan total panjang lebih dari 8.000 kilometer.
Pemantauan jaringan, kata dia, dilakukan secara real-time selama 24 jam oleh lebih dari 2.500 teknisi yang tersebar di puluhan kantor cabang dan posko siaga di seluruh Indonesia.
“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan pelanggan di momen yang paling berarti,” ujarnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026