Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Probolinggo memperkuat monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah temuan menu makanan berulat yang sempat viral di daerah itu.
"Kegiatan monev sejatinya telah berjalan rutin dan terjadwal, namun kali ini turun langsung sebagai bentuk atensi khusus setelah adanya temuan di SPPG Sogaan yang sempat viral," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur Ugas Irwanto dalam keterangannya di Kabupaten Probolinggo, Senin.
Sekda yang juga Ketua Satgas MBG Kabupaten Probolinggo bersama rombongan itu menyasar SPPG Sogaan di Kecamatan Pakuniran dan SPPG Pondok Kelor 1 di Kecamatan Paiton.
"Sebenarnya monev dari Satgas itu sudah lama berlangsung dan sudah beberapa kali dilakukan secara terjadwal, hanya saja saya belum sempat mendampingi, karena fokus pada penanganan bencana dan mewakili Bapak Bupati M. Haris," tuturnya.
Ia menjelaskan kehadiran Satgas bukan untuk mencari kesalahan, melainkan membangun komunikasi dua arah serta menghadirkan solusi konkret atas setiap temuan di lapangan.
"Kehadiran kami bukan untuk menyalahkan, tetapi melakukan komunikasi dua arah dan memberikan solusi. Apabila ada temuan signifikan yang tidak ditindaklanjuti, Satgas wajib melaporkan ke Satgas Provinsi Jawa Timur," katanya.
Korwil MBG Kabupaten Probolinggo juga bertanggung jawab menyampaikan laporan ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan sanksi.
"Saya memastikan seluruh proses pelaporan, termasuk kasus yang sempat mencuat di SPPG Sogaan telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.
Sebelum operasional SPPG berjalan, lanjut dia, Satgas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memberikan bimbingan teknis, pendampingan serta pemahaman terkait standar kebersihan dan pengelolaan makanan.
"Secara kelembagaan, Dinkes sudah memberikan pemahaman bagaimana menjaga kebersihan dan mengelola makanan dengan benar," katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan menggelar zoom meeting menyeluruh dengan seluruh pemilik SPPG, mitra, relawan hingga kepala dapur agar hasil evaluasi dipahami secara utuh untuk memperkuat pengawasan agar kasus serupa tidak terulang kembali.
"Kalau ada satu SPPG yang viral karena kesalahan, yang malu bukan hanya SPPG, tapi Kabupaten Probolinggo dan Bupati sebagai pembina. Saya sebagai penanggung jawab teknis tentu merasa ikut bertanggung jawab, sehingga kami terus ingatkan agar semua patuh pada aturan yang ketat," ujarnya.
Satgas MBG berharap seluruh jajaran pelaksana segera menindaklanjuti rekomendasi hasil monev, sehingga program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Sebelumnya, salah seorang wali murid mengeluhkan MBG di salah satu PAUD di Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, karena ada ulat di tahu pentol dan bakpao berjamur dibagikan kepada anak PAUD setempat.
