Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga terdampak banjir di tiga kecamatan.
"Bantuan sosial tersebut disalurkan ke sejumlah titik lokasi bencana banjir di tiga kecamatan yang terdampak banjir yang menerjang pada Sabtu (17/1) meliputi Kecamatan Sumberasih, Krejengan dan Gading," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Jatim, Oemar Sjarief dalam keterangannya di kabupaten setempat, Kamis.
Di Kecamatan Sumberasih, bantuan diberikan dalam bentuk sembako sebanyak 219 paket yang disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir. Selain itu, bantuan alat kebersihan dan perlengkapan dapur juga diserahkan kepada Pondok Pesantren Darul Tauhid di Kecamatan Krejengan serta Pondok Pesantren Raudlatul Hasaniyah di Kecamatan Gading.
"Bantuan yang diberikan meliputi 5 set alat kebersihan, 7 set alat dapur, 2 unit kompor, 20 buah matras, 2 lembar terpal serta 15 buah selimut. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan aktivitas warga dan santri pasca banjir," katanya.
Menurutnya penyaluran bantuan itu merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam merespons cepat dampak bencana yang dialami masyarakat dan merupakan langkah tanggap darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
"Kami berupaya memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan logistik maupun kebersihan lingkungan pasca banjir," ujarnya.
Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan BPBD dan lintas sektor dalam penanganan bencana sosial karena kolaborasi lintas OPD penting agar penanganan pascabencana dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Kami fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk bantuan sembako dan perlengkapan pendukung di lokasi-lokasi yang terdampak cukup parah," katanya.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026