Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bergerak cepat melakukan penanganan banjir yang terjadi di tiga kecamatan akibat hujan deras dengan intensitas cukup lama di kabupaten setempat pada Senin (9/2) sore hingga malam hari.
"Banjir terjadi di Desa Patalan di Kecamatan Wonomerto, Desa Bayeman di Kecamatan Tongas, kemudian dua desa di Kecamatan Dringu yakni Desa Kedungdalem dan Desa Dringu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief di Probolinggo, Selasa.
Menurutnya hujan deras yang terjadi dalam waktu cukup lama menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga mengakibatkan genangan yang masuk ke rumah-rumah warga.
"Begitu menerima laporan, tim BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Di wilayah Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, petugas melakukan penyedotan air di rumah warga agar genangan segera surut,” tuturnya.
Ia mengatakan BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait dalam penanganan bencana banjir tersebut antara lain Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim), Polsek, Koramil, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, relawan, pemerintah desa setempat serta unsur kecamatan dan masyarakat.
"Kami bersama Damkar bergerak cepat membersihkan lumpur sisa banjir yang menutupi akses jalan di Desa Kedungdalem dan Dringu Kecamatan Dringu yang dapat mengganggu aktivitas warga," katanya.
Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan sejak terjadinya banjir pada Senin (9/2) sore, tim Damkar Satpol PP telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan wilayah sekaligus bersiaga apabila diperlukan evakuasi warga.
"Pembersihan dilakukan karena kondisi jalan sangat licin dan membahayakan keselamatan pengguna jalan jika tidak segera ditangani. Kegiatan pembersihan dimulai pukul 17.00 WIB hingga Selasa dini hari dengan sistem dua shift," katanya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Probolinggo tercatat banjir genangan berdampak pada puluhan Kepala Keluarga (KK) di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan tersebut.
