Jakarta (ANTARA) - Xiaomi resmi meluncurkan dua perangkat AIoT terbarunya yakni Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W dan Xiaomi Tag di Indonesia.
“Setiap inovasi Xiaomi selalu hadir dari kebutuhan konsumen. Maka dari itu, setiap perangkat AIoT Xiaomi dirancang agar relevan dengan rutinitas pengguna, khususnya di tengah gaya hidup modern yang terus berkembang," kata Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng di Jakarta, Selasa.
Spesifikasi Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W
Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W memiliki desain ringkas dengan ketebalan 6 mm dan bobot 98 gram.
Ukurannya yang seukuran kartu membuat perangkat ini mudah disimpan di saku maupun tas kecil, sehingga mudah di bawa untuk aktivitas harian seperti bekerja, bepergian, maupun perjalanan jarak jauh.
Dari sisi pengisian daya, perangkat ini mendukung pengisian daya cepat nirkabel 15W serta pengisian daya dengan kabel USB-C yang dapat digunakan secara bersamaan.
Pada mode nirkabel, sistem magnet memungkinkan power bank melekat pada ponsel yang kompatibel sehingga pengisian daya tetap stabil. Desainnya yang tipis juga memungkinkan pengguna tetap nyaman menggunakan ponsel saat proses pengisian berlangsung.
Meski berukuran ringkas, power bank ini dibekali baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan kandungan silikon-karbon sebesar 16 persen.
Xiaomi juga menyematkan sistem manajemen suhu serta perlindungan keamanan berlapis. Bagian bodi power bank ini menggunakan bahan material aluminium alloy dengan sentuhan akhir yang dirancang untuk menunjang durabilitas sekaligus tampilan premium.
Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W bisa didapatkan dengan harga Rp899.000.
Spesifikasi Xiaomi Tag
Xiaomi Tag hadir sebagai perangkat pelacak barang berbasis Bluetooth. Perangkat ini kompatibel dengan jaringan Apple Find My dan Google Android Find Hub, sehingga dapat digunakan pada perangkat berbasis iOS maupun Android.
Sejumlah fitur yang terdapat di Xiaomi Tag di antaranya adalah Remote Item Finding, Lost Mode, dan Collaborative Finding. Remote Item finding memungkinkan pengguna melacak Xiaomi Tag dengan menghasilkan suara lewat aplikasi Apple Find My atau Google Android Find Hub saat perangkat tersebut terhubung ke ponsel pintar dan ada dalam jangkauan Bluetooth.
Lost Mode memungkinkan pengguna untuk menambahkan informasi kontak guna mendapatkan kembali barangnya yang hilang. Sementara Collaborative Finding membantu mempercepat upaya pengguna untuk mendapatkan kembali barangnya yang hilang dengan berbagi lokasi secara aman saat diperlukan.
Untuk mendukung aspek keamanan, Xiaomi Tag dilengkapi fitur perlindungan privasi berupa notifikasi apabila terdeteksi perangkat pelacak tak dikenal bergerak bersama pengguna.
Dari sisi desain, perangkat ini berbobot sekitar 10 gram dengan bentuk minimalis sehingga mudah digantungkan pada kunci, tas, atau koper tanpa menambah beban berarti.
Xiaomi Tag menggunakan baterai tipe CR2032 yang diklaim mampu bertahan lebih dari satu tahun dan dapat diganti dengan mudah. Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP67 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Xiaomi Tag dibanderol dengan harga Rp199.000 untuk varian 1 pack dan Rp599.000 untuk varian 4 pack.
Pewarta: Farhan Arda NugrahaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026