Madiun (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menangani pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat pada Kamis sore hari setelah hujan deras dan angin kencang.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Yusuf Asmadi di Madiun, Jawa Timur, mengatakan pohon tumbang terjadi di 10 titik berbeda, seperti di kawasan Pasar Sleko, Taman Bantaran, Jalan Gajah Mada, hingga Ringroad Kota Madiun.
"Dari laporan yang masuk, hingga pukul 16.30 WIB terdapat 10 titik pohon tumbang yang sudah tertangani. Delapan titik berada di wilayah Manguharjo, satu di Kecamatan Taman, dan satu di Kecamatan Kartoharjo," ujarnya.
Dalam kejadian tersebut terdapat satu sepeda motor milik warga tertimpa pohon di Taman Bantaran, namun berhasil diselamatkan. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Untuk kerugian material, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut.
Sejumlah pohon tumbang tersebut sempat menutup beberapa ruas jalan, membahayakan pengguna jalan, dan memicu kemacetan.
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, Polri, serta warga setempat langsung melakukan pembersihan dengan menyingkirkan ranting dan memotong batang pohon yang tumbang.
"Semua bisa tertangani berkat koordinasi yang baik antara BPBD, dinas terkait, dan relawan. Penanganan terpadu tersebut, membuat akses jalan dapat kembali normal," kata dia.
Tim gabungan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun saat melintas di kawasan yang terdapat banyak pepohonan.
Berdasarkan catatan BMKG dan BPBD setempat, musim pancaroba peralihan dari hujan ke kemarau masih memungkinkan terjadi cuaca ekstrem, ditandai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi.
"Kita harus tetap waspada, mengingat di peralihan musim hujan ke kemarau masih ada ancaman bencana hidrometeorologi, seperti hujan deras, angin kencang, hingga ancaman luapan air sungai," katanya.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026