Istanbul (ANTARA) - Iran menyatakan pada Senin bahwa pihaknya telah menyampaikan tuntutan tentang potensi gencatan senjata dengan Amerika Serikat melalui perantara yang menandakan kontak tidak langsung dengan Washington masih berlangsung untuk mengakhiri konflik saat ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Teheran telah menguraikan tuntutannya berdasarkan kepentingan nasional dan menyampaikannya melalui pihak ketiga.

“Kami telah menyusun serangkaian tuntutan berdasarkan kepentingan dan pertimbangan kami. Kami tidak malu untuk menyuarakan tuntutan yang sah dan logis,” katanya saat ditanya apakah ada rencana baru untuk mengakhiri perang antara Iran dan AS.

“Posisi Iran telah disampaikan melalui perantara,” ucapnya sembari menambahkan bahwa pertukaran pesan melalui pihak ketiga merupakan hal yang wajar dan terus berlangsung.

Baqaei turut menegaskan bahwa kesediaan Iran untuk menyampaikan posisinya secara jelas tidak boleh ditafsirkan sebagai tanda mundur.

“Menyampaikan posisi kami dengan cepat dan berani tidak boleh diartikan sebagai langkah mundur,” ujar dia dengan menambahkan bahwa Iran telah menyiapkan tanggapan dan akan mengumumkannya bila diperlukan.

Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan itu menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu



Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor : Vicki Febrianto

COPYRIGHT © ANTARA 2026