Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Jawa Timur, melakukan penanganan cepat terhadap amblesnya talud di tepi Telaga Ngebel guna mencegah longsor susulan.
Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi, di Ponorogo, Senin, mengatakan langkah awal yang dilakukan petugas setelah menerima laporan adalah mengamankan lokasi dengan memasang garis pembatas di sekitar area retakan.
“Kami langsung memasang pembatas di lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” katanya.
Selain itu, petugas BPBD juga melakukan asesmen kondisi tanah dan struktur talud untuk menentukan langkah penanganan lanjutan.
Berdasarkan hasil sementara, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil sehingga berpotensi terjadi longsor susulan.
“Koordinasi terus kami lakukan untuk penanganan berikutnya, termasuk upaya perbaikan talud,” ujarnya.
Peristiwa amblesnya talud terjadi pada Minggu (5/4) siang setelah kawasan Telaga Ngebel diguyur hujan deras selama sekitar satu jam.
Material talud longsor dengan kedalaman sekitar satu meter, panjang kurang lebih 15 meter, dan lebar retakan sekitar 30 centimeter.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati area longsor hingga kondisi dinyatakan aman.
“Kami minta masyarakat dan wisatawan tetap waspada dan tidak mendekat ke lokasi karena masih rawan,” katanya.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.