Situbondo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, bersama Perum Bulog setempat mulai melakukan upaya stabilisasi harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah di beberapa titik, pada Jumat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Quratul Aini menyampaikan pasar murah kebutuhan pokok bekerjasama dengan Bulog ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam rangka memperluas pelayanan kebutuhan pokok masyarakat.
"Selain itu, gerakan pangan murah yang digelar secara serentak nasional menjelang Ramadhan ini untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok ketika permintaan dan kebutuhan meningkat," ujarnya saat meninjau Gerakan Pangan Murah 2026 di Pendopo Pate Alos Besuki, Kabupaten Situbondo, Jumat.
Menurut Quratul Aini, kegiatan pasar murah pada hari ini digelar di tiga titik, yakni di Kantor Kecamatan Asembagus (wilayah timur), Kantor Desa Kalibagor, Kecamatan Situbondo (wilayah tengah) dan di wilayah barat digelar di Pendopo Pate Alos.
Penyebaran tiga titik kegiatan pasar murah ini, lanjutnya, untuk memperluas akses masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau, dan ini juga upaya mengendalikan inflasi di daerah itu.
"Jadi, di pasar murah ini masyarakat bisa membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng (MinyaKita), gula pasir, cabai rawit, cabai besar, bawang putih, bawang merah dan lainnya, dengan harga di bawah pasar," kata Quratul Aini.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Bondowoso/Situbondo Hesty Retno Kusumastuti menyebutkan sebanyak 9 ton beras SPHP (stabilisasi pasokan dan harga pangan) disalurkan pada hari pertama pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Situbondo dalam rangka pengendalian harga dan ketersediaan pangan selama bulan Ramadhan.
"Beras SPHP untuk wilayah Besuki sebanyak 5 ton dengan MinyaKita kemasan satu liter sebanyak 100 dus atau 1.200 liter. Untuk wilayah tengah disalurkan beras 2 ton dan MinyaKita 180 liter, sedangkan wilayah timur juga disalurkan beras 2 ton dan MinyaKita 180 liter,” katanya.
Data diperoleh ANTARA, dalam Gerakan Pangan Murah 2026 ini beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp57.000, beras premium Rp74.500 kemasan 5 kilogram, MinyaKita Rp15.000 per liter, gula premium Rp17.500 per kilogram, gula konsumsi Rp15.000 per kilogram, telur ayam Rp27.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000 per kilogram, bawang putih Rp26.000 per kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, cabai besar Rp2.500 per ons.
Situbondo stabilisasi harga bahan pokok jelang Ramadhan lewat GPM
Jumat, 13 Februari 2026 13:12 WIB
Seorang warga berjalan sembari membawa beras SPHP dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah 2026 di Pendopo Pate Alos Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jumat (13/2/2026) ANTARA/Novi Husdinariyanto
