Malang Raya (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan seminar internasional untuk mengembangkan dan mengakselerasi kebijakan mengenai program pascasarjana, baik program double degree maupun joint degree.
Wakil Rektor UB Prof Imam Santoso di sela-sela acara di Gedung Fakultas Ilmu Komputer di lingkungan kampus tersebut di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, mengatakan seminar internasional itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga secara daring maupun luring, seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Universitas Putra Malaysia (UPM), dan National Central University (NCU) Taiwan.
"Seminar ini bertujuan memberikan insight (pemahaman mendalam) dari berbagai narasumber untuk mengakselerasi kebijakan dan mengembangkan pascasarjana dengan double degree dan joint degree," katanya.
Diharapkan skema khusus bisa muncul sebagai langkah tindak lanjut dari pelaksanaan seminar bertajuk "Seminar For Graduate School Driving Global Competitiveness in Graduate Education Through Joint/Double Degree Program", yakni akselerasi untuk program studi yang sudah ada atau melalui perintisan program pascasarjana double maupun joint degree lainnya.
"Sehingga nanti bisa memberikan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih kompetitif," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar Internasional Aji Setyanto mengatakan pihaknya turut menyelenggarakan workshop yang difokuskan untuk setiap ketua program studi pascasarjana, baik dari UB maupun kampus lainnya.
Kegiatan sisi interaktif tersebut akan menitikberatkan pada tahapan perencanaan mempersiapkan program double degree maupun joint degree, di antaranya persyaratan, strategi menggandeng universitas lain, dan kerja sama lain yang dibutuhkan.
"Besok akan dibentuk dokumen perencanannya," kata Aji.
Khusus kerja sama antaruniversitas, dia menyatakan Sekolah Pascasarjana UB sudah menggandeng kampus dari beberapa negara, seperti dari Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.
Langkah memiliki banyak keuntungan, untuk mahasiswa mampu memperoleh banyak ilmu atau muatan yang lebih kompetitif. Sedangkan bagi kampus bisa mendongkrak peringkat dan Indikator Kerja Utama (IKU) serta menguatkan kolaborasi dalam bidang riset agar jumlah publik semakin banyak.
"Ini sudah tahun kedua, dua angkatan yang di sana (Grips University dan Ritsumeikan University di Jepang) melanjutkan double degree," tutur dia.
