Surabaya (ANTARA) - Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya meraih penghargaan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Award 2025 dalam peringatan HUT ke-22 ABP-PTSI di Jakarta.
“Artinya, dari sekian banyak yayasan penyelenggara perguruan tinggi swasta, YPTA Surabaya dinilai memiliki keunggulan dan melampaui indikator yang ditetapkan,” ujar Ketua YPTA Surabaya J. Subekti, S.H., M.M., dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Penghargaan tersebut diterima oleh J. Subekti yang hadir bersama Sekretaris YPTA Surabaya Dr. IGN Anom Maruta, dan Bendahara YPTA Surabaya Dr. Ontot Murwato S. pada acara yang digelar di Auditorium Kampus 1 Universitas Tarumanegara, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi ketat di tingkat nasional serta mencerminkan kepercayaan ABP-PTSI terhadap kinerja YPTA Surabaya dalam mengelola pendidikan tinggi.
“Kita mendapatkan penghargaan ini tidak lepas dari komitmen yang tinggi dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan konstitusi. Penilaian itu didasarkan pada apa yang dilihat, didengar, serta citra YPTA Surabaya di mata yayasan lain yang pernah berinteraksi dan berkunjung ke Untag Surabaya,” katanya.
YPTA Surabaya menaungi tiga satuan pendidikan, yakni Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, SMA 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, dan SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya, yang dinilai berhasil membangun ekosistem pendidikan terintegrasi dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa YPTA Surabaya aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman pengelolaan perguruan tinggi, termasuk pendampingan tata kelola kelembagaan dan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
“Pembentukan karakter mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan kami lakukan secara konsisten, termasuk melalui penguatan nilai kebangsaan dan pelestarian budaya nasional. Ini menjadi bagian dari komitmen YPTA Surabaya dalam mendidik generasi berkarakter,” ungkapnya.
ABP-PTSI Award 2025 diberikan melalui penilaian komprehensif terhadap tata kelola kelembagaan, akuntabilitas, inovasi kurikulum, mutu sumber daya manusia, serta kontribusi sosial perguruan tinggi swasta.
“Prestasi Untag Surabaya, termasuk capaian akreditasi unggul serta prestasi dosen dan mahasiswa, menjadi bagian dari penilaian. Hal itu menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan yang dilakukan YPTA Surabaya berjalan ke arah yang semakin maju,” katanya.
Menurut J. Subekti, momentum HUT ke-22 ABP-PTSI juga membuka peluang kolaborasi antar-yayasan dari berbagai daerah.
“Kami selalu siap untuk berbagi pengetahuan, baik di bidang manajemen maupun teknologi. Prinsip kami adalah berkolaborasi dan saling mendukung antarperguruan tinggi swasta,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.
“Penghargaan ini adalah kepercayaan. Jangan sampai membuat kita puas diri. Kita harus terus bergerak, meningkatkan kualitas, dan memastikan bahwa hari esok harus lebih baik dari hari ini,” tuturnya.
