Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur akan menggunakan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata setempat.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun di Madiun, Minggu mengatakan sesuai rencana 200 becak listrik yang diserahkan kepada penerima manfaat akan digunakan sebagai becak wisata, karena Pemkot Madiun saat ini sedang mengembangkan sejumlah destinasi wisata religi.
"Pemkot Madiun akan berkolaborasi dengan Yayasan GSN agar bagaimana becak listrik ini menjadi becak wisata. Ini tentunya akan membangun perekonomian yang lebih besar, baik tempat wisata yang menjadi destinasi maupun bapak penarik becaknya," ujar Bagus Panuntun saat kegiatan penyaluran ratusan becak listrik untuk warga Kota Madiun di Pahlawan Bisnis Center (PBC) Kota Madiun.
Menurutnya, becak wisata tersebut akan diujicobakan pada H-7 puasa, utamanya di tempat wisata religi Masjid Kuno Taman dan Masjid Kuno Kuncen Kota Madiun.
Guna mewujudkan wacana tersebut, Pemkot Madiun segera membangun sejumlah fasilitas pendukung serta tempat mangkal bagi penarik becak listrik di sejumlah titik guna mempermudah akses wisatawan yang ingin berkeliling mengunjungi tempat wisata di Kota Madiun.
"Yang pasti ini akan diujicoba dulu. Target saya pada H-7 puasa ini kita bisa trial (ujicoba)," kata dia.
Presiden Becak Listrik Indonesia Naniek S. Deyang mengatakan bantuan becak listrik tersebut menyasar tukang becak yang sudah berusia lanjut atau lansia. Bantuan itu sebagai bentuk apresiasi dan kecintaan Presiden Prabowo terhadap para tukang becak yang sudah berusia lanjut, namun mereka tetap bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga.
"Pak Wali Kota akan menggunakan becak listrik ini untuk menunjang pariwisata di Kota Madiun yang memang belakangan sangat maju pesat, terutama rencananya untuk wisata religi," kata Naniek.
Pihaknya mengapresiasi upaya Pemkot Madiun yang mengakomodasi para penerima manfaat becak listrik yang semuanya telah lanjut usia sebagai penarik becak wisata. Sebab, mereka tersaingi dengan keberadaan ojek daring.
"Jadi kita akan terus suport untuk becak listrik di Kota Madiun. Harapannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan memberikan manfaat ekonomi bagi penerima manfaat dan daerah sekitar," katanya.
Naniek menjelaskan dalam program becak listrik tersebut pihaknya bekerja sama dengan PT Pindad untuk memproduksi dan PT Viar terkait penyediaan tempat perawatan atau servis becak listrik.
Ditargetkan tahun 2027 program becak listrik tersebut sudah selesai sesuai pendataan populasi pengemudi becak di seluruh Indonesia yang mencapai 80 ribu.
Diharapkan bantuan tersebut bisa memberikan kesejahteraan kepada penarik becak, khususnya yang berusia lanjut sekaligus menggerakkan ekonomi dan pariwisata daerah.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.