Jakarta (ANTARA) - Bandung bjb Tandamata menjaga peluang lolos ke Final Four Proliga 2026 setelah meraih kemenangan atas Medan Falcons, meski hasil tersebut belum mengubah posisi mereka di peringkat keenam klasemen sementara dengan empat kemenangan.
Bandung bjb Tandamata menundukkan Medan Falcons dengan skor 3-1 (24-26, 25-19, 25-18, 25-18) dalam lanjutan putaran kedua Proliga 2026 di GOR Utama Bojonegoro, Sabtu.
Meski posisi tim belum aman, Pelatih bjb Tandamata Risco Herlambang tetap optimistis timnya mampu menembus empat besar. “Asalkan tiga laga sisa bisa kita menangkan,” ujar Risco.
Pada set pertama, bjb Tandamata menurunkan kekuatan penuh melalui Calista Maya, Shintia Alivia, Fitriyani, Rara, Anastasia Guerra, dan Giulia Angelina. Namun, mereka terlambat panas sehingga Medan Falcons yang dimotori Maya Indri serta pemain Vietnam Vi Thi Nhu Quynh mampu mengimbangi hingga skor 7-7.
Pelatih Falcons Marcos Sugiyama sempat mengambil time out saat tertinggal 7-8. Strategi tersebut efektif karena Falcons berbalik unggul 22-21. Meski Risco memasukkan Waode untuk memperkuat blok dan memaksakan deuce 24-24, Falcons tampil lebih tenang di poin kritis dan merebut set pertama 26-24.
Memasuki set kedua, duel berlangsung ketat hingga 5-5 sebelum bjb Tandamata meningkatkan intensitas serangan dan menjauh 11-7. Falcons sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 15-17, tetapi kematangan permainan bjb Tandamata membuat mereka menutup set dengan 25-19 dan menyamakan kedudukan 1-1.
Dominasi bjb Tandamata berlanjut pada set ketiga melalui peran Anastasia Guerra dan Giulia Angelina yang membawa tim unggul 8-3. Falcons sempat menyamakan skor 11-11, namun konsistensi pertahanan membuat bjb kembali menjauh dan mengamankan set 25-18.
Pada set keempat, rotasi efektif Risco membawa tim unggul 17-11 sebelum memastikan kemenangan 25-18.
Risco mengakui pemain asing anyar Giulia Angelina belum sepenuhnya menyatu dengan tim. “Karena Giulia baru bergabung empat hari. Tapi setelah kalah di set pertama kami bisa berbalik unggul dan menang,” ucapnya.
Usai pertandingan, Marcos Sugiyama mengakui kelemahan timnya di momen krusial. “Di set -set penentu, anak-anak selalu kehilangan momen, dan banyak dimanfaatkan lawan untuk merebut angka,” ujarnya.
Ia mengakui performa timnya belum maksimal meski menunjukkan perkembangan dari hari ke hari.
Sementara itu, tiga pertandingan tersisa yang akan dijalani bjb Tandamata yakni menghadapi Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada Minggu (15/2) di GOR Utama Bojonegoro. Sedangkan dua laga lainnya dimainkan di Padepokan Sentul, Bogor, masing-masing melawan Jakarta Popsivo Polwan pada Kamis (19/2) dan Jakarta Livin’ Mandiri pada Minggu (22/2).
