Surabaya (ANTARA) - Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan tiga langkah strategis untuk meningkatkan keterserapan tenaga kerja lulusan SMK seiring melonjaknya minat magang luar negeri dan kebutuhan industri dalam dan luar negeri.
“Bayangkan hampir 5.000 anak-anak kita akan menyerbu pasar global yang tersebar di 11 negara, seperti Jepang, Korea, Jerman, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, China, Bulgaria, Brunei Darussalam dan Taiwan. Ini tentu capaian besar kita. Tapi kita juga dihadapkan pada tantangan bahwa bahasa menjadi tantangan untuk anak-anak kita saat berebut peluang kerja di industri global,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Jumat.
Aries menyebut langkah pertama adalah memperkuat link and match antara SMK dan dunia industri melalui peningkatan keterlibatan industri dalam pembelajaran.
Langkah kedua berupa percepatan sertifikasi dan penyediaan mikro-kredensial sebagai “paspor kompetensi” bagi siswa dan calon pekerja migran.
Ia menegaskan karakter dan disiplin tetap menjadi modal utama, termasuk bagi peserta magang luar negeri, mengingat beberapa siswa pernah dipulangkan dari Jepang karena kurang disiplin.
Strategi ketiga adalah memperluas perlindungan dan akses pasar kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dindik Jatim berharap masukan dari para PMI dapat menyempurnakan program magang agar berkelanjutan dan berdampak pada penempatan kerja setelah lulus, mengingat 26–27 persen PMI berasal dari Jawa Timur.
“Saat ini kita memerlukan penguatan dan mendorong secara masif sertifikasi kompetensi, peningkatan keahlian bahasa asing serta mendorong pengetahuan budaya dan regulasi negara tujuan. Ini penting bagi kita untuk menyiapkan anak-anak bekerja di pasar global,” kata Aries.
Ia menambahkan sejumlah sektor tengah membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti otomotif termasuk kendaraan listrik, manufaktur modern, logistik, pariwisata, industri kreatif, serta kesehatan dan farmasi industri.
Aries juga meminta sekolah memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK dan memperbarui kurikulum sesuai kebutuhan industri.
“Kita bersama-sama berkomitmen dalam menggenjot keterserapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Maka itu saya harapkan kurikulum harus terus di update sesuai industri. Sekolah juga harus memberikan penanaman budaya kerja profesional serta literasi digital dan literasi etik kerja. Ini penting untuk bekal anak-anak kita,” katanya.
